Oleh: feusakti | Januari 12, 2012

MANAJEMEN : Sistem Itu Apa Siiih…?


SANGAT banyak orang tidak memahami definisi sistem. Bahkan mereka yang bergelar sarjana manajemenpun banyak yang tidak mengerti. Akibatnya, banyak anggapan-anggapan yang salah tentang sistem. Akibatnya, mereka terjebak pada logika yang salah.

Logika sistem yang salah
-Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka sistemnya tidak akan menghasilkan hasil yang tidak baik.Ini logika yang salah.
-Walaupun sistemnya tidak baik, kalau manusianya baik, maka sistemnya akan menghasilkan hasil hasil yang baik. Ini juga logika yang salah.

Kesalahan itu bisa terjadi karena:
-Yang berpendapat, tidak memahami definisi sistem
-Yang berpendapat, tidak memahami logika sistem

Analoginya
-Ulama yang baik, akan memberikan ceramah yang baik
-Ulama yang baik, tidak mungkin memberikan ceramah yang tidak baik
-Ulama yang tidak baik, akan memberikan ceramah yang tidak baik
-Ulama yang tidak baik, tidak mungkin memberikan ceramah yang baik

Definisi sistem
-Ludwig Von Bartalanfy

Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

- Anatol Raporot
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

L. Ackof
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Bagian-bagian dari definisi sistem
-Beberapa unsur/perangkat/bagian/elemen yang disebut : subsystem
-Saling terkait, saling mempengaruhi
-Merupakan kesatuan

Manusia termasuk subsystem atau bukan?
1.Ada yang berpendapat, manusia bukan subsystem
2.Ada yang berpendapat, manusia merupakan subsystem
ad.1.Ada yang berpendapat,manusia bukan subsystem
Mereka berpendapat bahwa manusia bukan susbsystem. Manusia berada di luar sistem. Manusialah yang melaksanakan sistem. Jadi,menurut logika mereka, walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnya tidak baik.

Kelemahan logika demikian yaitu:
Menempatkan manusia di luar sistem dan menganggap manusia bukan subsystem. Jadi baik buruknya sistem ditentukan baiknya manusia. Kalau begitu, baik buruknya sistem tidak ditentukan oleh sistem itu sendiri.

Contoh
Sistem komputer menjadi tidak baik kalau dipegang oleh orang yang tidak baik
Padahal, yang disebut sistem komputer meliputi kualitas hardware,software dan brainware.Artinya, sebuah sistem komputer yang baik, maka brainwarenya juga harus baik. Jadi, tidak mungkin manusia berada di luar sistem.

Logikanya
Sistem yang baik
Manusianya tidak baik (di luar sistem)
Maka hasilnya tidak baik

Logika yang aneh kalau manusia yang tidak baik mengakibatkan sistemnya tidak baik
Maka sesungguhnya sistem itu tidak bisa dikatakan sebagai sistem yang baik, tetapi sistem yang buruk

Ada yang berpendapat, manusia merupakan subsystem
Mereka berpendapat, manusia merupakan bagian dari sistem. Jadi, sistem yang baik juga harus didukung manusia yang baik juga.

Kebenaran logika demikian yaitu:
Menempatkan manusia di dalam sistem dan menganggap manusia sebagai subsystem. Jadi baik buruknya sistem ditentukan oleh sistem itu sendiri

Contoh 1
Sebuah sistem pemasaran terdiri dari: produk (product), harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion) dan seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut promotor/marketer/salesman.

Logikanya
Sistem yang baik
Manusianya baik (di dalam sistem)
Maka hasilnya baik

Logika yang benar, karena manusia yang baik merupakan bagian dari sistem yang baik, maka itulah yang disebut dengan sistem yang baik dan akan menghasilkan sesuatu hasil yang baik.

Contoh 2

Si A adalah calon anggota DPR dan semula merpakan manusia yang berkepribadian yang baik dan antikorupsi

Tetapi ketika masuk sebagai anggota DPR di mana sistemnya maka Si A yang semula anti korupsi, bisa (tidak harus) terpengaruh melakukan korupsi. Sebab, jika tidak ikut korupsi, Si A akan dimusuhi,dikucilkan bahkan dipecat. Itulah yang dinamakan sistem yang buruk.

Kesimpulan pengertian sistem yang tidak baik dan yang baik
Jadi, untuk menyusun sebuah sistem yang baik, harus melibatkan manusia yang baik juga.Kalau semua elemennya baik, maka itulah yang disebut sistem yang baik. Jadi, yang kita persoalkan adalah definisi sistem yang baik dan definisi sistem yang tidak baik

Singkat kata
-Sistem yang baik,manusianya juga harus baik
Agar sistem yang baik bisa berjalan dengan baik, maka harus dicari manusia yang baik juga
-Contoh
Pesawat tempur F16 merupakan sistem pesawat tempur yang baik
Oleh karena itu F16 harus dikendalikan penerbang yang baik pula
Itulah yang disebut sistem yang baik

-Sistem yang tidak baik,karena manusianya tidak baik
Sebuah sistem dikatakan tidak baik karena manusianya tidak baik
-Contoh
Sebuah birokrasi di pemerintahan yang dikendalikan manusia-manusia yang korup, maka itulah yang disebut sistem yang tidak baik

Kesimpulan logika sistem yang benar
-Sistem yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik
Sistem yang baik: Elemen A baik+B baik+C baik+D baik+Manusia baik.
-Sistem yang baik, tidak mungkin akan menghasilkan hasil yang tidak baik
-Sistem yang tidak baik,akan menghasilkan hasil yang tidak baik
Sistem yang tidak baik: Elemen A baik+B baik+C baik+D baik+Manusia tidak baik
-Sistem yang tidak baik, tidak mungkin menghasilkan hasil yang baik

Yang kita persoalkan
Fokus yang kita persoalkan adalah pengertian kata “sistem yang baik” dan “sistem yang tidak baik”, bukan hasilnya!
Analogi
Anda tahu rantai bukan?
Sistem rantai disebut baik kalau semua mata rantainya baik
Sistem rantai disebut tidak baik kalau ada satu atau beberapa mata rantai yang retak atau patah.

Pertanyaan
Adakah manusia baik tetapi perilakunya tidak baik?
Adakah manusia tidak baik tetapi perilakunya baik?

Catatan:
Untuk memahami artikel ini,Anda harus memahami:
-Ilmu manajemen
-Ilmu bahasa
-Ilmu logika

Kata Tanri Abeng (Pakar Manajemen)
Sistem yang baik yaitu manusia dikendalikan sistem dan bukan sistem dikendalikan manusia.

Kesimpulan khusus
Jadi,pendapat yang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnya juga tidak baik” merupakan kesalahan berlogika.Di dalam ilmu logika, kesalahan berlogika demikian disebut “Unfocus Logic Error”.

Hariyanto Imadha
1.Mantan Staf Ahli Manajemen BUMN
2.Mantan Konsultan Sistem dan Prosedur PT Swasta

AKHIRNYA DPR menyetujui rencana pemerintah untuk memberlakukan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi mulai akhir Maret 2011. Tujuannya, untuk mengurangi beban subsidi. Hal ini patut disesalkan karena menimbulkan banyak dampak negatif.

Beberapa segi negatif akibat kebijakan pembatasan BBM bersubsidi:

1.Pasokan BBM bersubsidi akan berkurang

Karena mobil pribadi tidak boleh membeli BBM bersubsidi, maka konsekuensi logisnya, jumlah pembeli BBM bersubsidi berkurang dan otomatis pasokan BBM bersubsidi akan dikurangi.

2.Bisa menimbulkan pasar gelap

Jika harga BBM bersubsidi lebih murah daripada harga BBM di Malaysia atau Singapura, maka tidak menutut kemungkinan akan menimbulkan pasar gelap ataupun ekspor BBM bersubsidi secara illgal.

3.Objekan bagi para pengemudi angkot

Bisa terjadi, para pengemudi angkot membeli BBM bersubsidi 50 liter @ Rp 4.500/liter dan menjualnya ke mobil pribadi dengan harga @Rp 5.500/liter. Untung Rp 50.000.Pemilik mobil pribadi untung Rp 50.000.Dua kali ambil BBM bersubsidi,sopir angkot untung Rp 100.000/hari atau Rp 3 juta per hari.

4.Suap untuk petugas atau pengawas yang bertugas di SPBU

Bukan tidak mungkin pemilik mobil pribadi tetap membeli BBM bersubsidi dengan cara menyuap petugas SPBU. Sulit mengontrolnya.

5.TNI/Polri kemungkinan tetap membeli BBM bersubsidi

Bagi TNI/Polri yang punya mobil pribadi dan berseragam,bukan tak mungkin tetap membeli BBM bersubsidi. Apakah petugas SPBU berani menolaknya? Tidak ada jaminan petugas SPBU berani menolak.

6.Kelangkaan BBM bersubsidi

Bukan tak mungkin pasokan BBM bersubsidi menjadi langka dan memunculkan banyak pedagang BBM bersubsidi eceran dengan harga lebih mahal.Misalnya sekitar Rp 5.500/liter atau bahkan lebih.

7.Berdampak ke sektor UKM

Hampir semua Usaha Kecil Menengah (UKM) menggunakan mobil plat hitam untuk melaksanakan kegiatan bisnisnya. Ini berarti biaya BBM-nya akan meningkat sekitar 40% dan ini membuat para UKM semakin dibebani high cost economy yang bisa berakibat produknya menjadi mahal tak tak mampu bersaing.

 

Sumber foto: pusat-mobil.net

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Oleh: feusakti | Desember 9, 2011

ORGANISASI: Demo yang Efektif dan yang Tidak Efektif

DEMO atau unjuk rasa sebenarnya merupakan hal yang wajar-wajar saja bagi sebuah negara demokrasi. Namun, demo menjadi tidak menarik manakali menjadi anarki. Diwarnai kericuhan, bentrik dan perusakan-perusakan yang tidak membawa makna apa-apa. Sebaliknya, demo yang damai akan menimbulkan rasa simpati dari berbagai pihak.

Ada dua macam demo.

1.Demo yang efektif

2.Demo yang tidak efektif

 

add.1.Demo yang efektif

Yaitu demo yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a-Tertib. Jika perlu berseragam

b-Membawa identitas yang jelas. Bisa berupa bendera dan semacamnya

c-Tulisan spanduk besar dan singkat. Menggunakan huruf jenis Arail Bold dan dicetak. Semua spanduk isinya sama

d-Tulisan di pamflet besar dan singkat. Menggunakan huruf jenis Arial Bold dan dicetak. Semua pamflet isinya sama.

e-Tidak provokatif.Tidak melawan petugas.Tidak membakar ban bekas.Tidak melakukan perusakan-perusakan.Tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Aspirasi disampaikan menggunakan kata-kata yang sopan.

Efek psikologis:

-Menimbulkan rasa simpati dari berbagai pihak

-Aspirasi dipahami dan dimengerti semua pihak

-Memberi kesan koordinator demonya orang yang cerdas dan mengerti organisasi

 

add.1.Demo yang tidak efektif

Yaitu demo yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a-Tidak tertib walaupun berseragam jaket dan sejenisnya

b-Tidak membawa identitas yang jelas.

c-Tulisan spanduk besar-kecil dan panjang (seperti cerpen). Menggunakan huruf macam-macam. Semua spanduk isinya berbeda-beda dan bertele-tele

d-Tulisan di pamflet besar-kecil dan bertele-tele. Menggunakan huruf macam-macam dan tidak dicetak. Semua pamflet isinya bermacam-macam dan amburadul.

e-Provokatif.Cenderung melawan petugas.Membakar ban bekas.Melakukan perusakan-perusakan.Mengganggu kelancaran lalu lintas. Aspirasi disampaikan menggunakan kata-kata yang tidak sopan.

Efek psikologis:

-Menimbulkan rasa antipati dari berbagai pihak

-Aspirasi tidak dipahami dan tidak dimengerti semua pihak

-Memberi kesan koordinator demonya orang yang tidak cerdas dan tidak mengerti organisasi

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Oleh: feusakti | November 26, 2011

MANAJEMEN: Standar Pelayanan Publik yang Profesional

BIROKRASI dalam arti yang sesungguhnya yaitu sistem administrasi yang dilakukan berdasarkan spesialisasi-spesialisasi. Namun yang masih terjadi adalah birokrasi yang berlebihan dan tidak efisien tanpa kejelasan, masyarakat dipingpong, dipungut pungli dan dipersulit. Artikel ini membahas pelayanan publik yang bersifat administratif

Pelayanan yang baik seharusnya memenuhi kriteria “5 at”,yaitu:

1.Cep(at)

2.Tep(at)

3.Akur(at)

4.Hem(at)

5.Memik(at)

1.Cepat

Tidak bertele-tele.Jumlah loket disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang akan dilayani. harus ada kejelasan berapa jam atau berapa hari atau berapa bulan selesainya sebuah pelayanan. Layanan satu atap, tidak perlu diping-pong ke unit-unit lain atau instansi-instansi lain.

Misalnya:

Pemasangan internet Speedy akan terpasang hari itu juga.

2.Tepat

Harus ada informasi tertulis yang lengkap mengenai syarat-syarat dan biaya yang harus diketahui masyarakat. Formulir yang harus diisi sangat singkat dan tidak ada duplikasi-duplikasi dengan apa yang sudah tertulis di fotokopi.

Misalnya:

Syarat berlangganan internet Speedy: A,B, C, D dan seterusnya

Biaya Rp sekian per bulan, pe tiga bulan, per tiga bulan dan seterusnya

3.Akurat

Hasil pelayanan harus akurat. Tidak ada salah ketik. Tidak ada salah tempel foto. Tidak ada kesalahan administratif lainnya.

Misalnya

Pemasangan Speedy dilakukan oleh teknisi yang bebar—benar akurat dengan memakai identitas yang jelas. Membawa peralatan lengkap. Pemasangan modem dab lain-lain tepat. Tahu “how to solve” the problem.

4.Hemat

Biaya layanan terjangkau, terutama masyarakat miskin.

Misalnya

Ada biaya murah, sedang, cukup mahal dan mahal sesuai kriteria kecepatan/speed dan sebagainya

5.Memikat

Sebuah pelayanan juga harus memiliki daya pikat.

Misalnya:

Layanan yang sopan dan ramah. Tersedia tempat duduk sesuai dengan jumlah masyarakat yang akan dilayani. Tersedia toilet yang bersih dengan air yang mencukupi. Tempat parkir cukup luas dan aman. Menganut sistem nomor urut sehingga masyarakat bisa memperkirakan kapan akan dipanggil. Ada after service tanpa biaya tambahan dan lain-lain.

Kesimpulan

Pelayanan yang buruk cermin tidak profesionalnya kualitas manajemen pemimpin dari sebuah unit layanan tersebut sekaligus cermin sebuah kebodohan  SDM-nya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Oleh: feusakti | November 26, 2011

STATISTIK: Kelemahan Sebuah Polling

SURVEI dan polling merupakan dua hal yang serupa tapi tidak sama. Survei menggunakan metode-metode ilmiah, terstruktur dan respondennya ditentukan berdasarkan kriteria. Meskipun demikian, survei bisa dimanipulasi. Sedangkan polling para pollers-nya tidak jelas kriterianya. Tidak jelas latar belakang pendidikannya.

Maksud polling

Polling adalah mengajukan beberapa pertanyaan kepada “sembarang” orang dengan tujuan mencari gambaran umum yang diberikan oleh para pollers. Gambaran umum adalah gambaran sementara yang masih bisa bersifat benar atau bersifat salah karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Kelemahan polling

1.Pesertanya sembarang orang yang beda persepsi, beda tafsir, beda latar belakang pendidikan, beda pola pikir atau cara berlogika, beda pemahaman, beda cakrawala pemikiran dan beda kualitas kecerdasannya.

2.Polling hanya bersifat gambaran umum yang bisa benar dan bisa salah. jadi, bersifat spekulatif dan tidak merupakan hasil kesimpulan yang final.

3.Jika polling dilakukan pada komunitas yang berbeda dan pada media yang berbeda, boleh jadi hasilnya sama atau berbeda. Jadi, hasinya juga masih spekulatif.

4.Polling tidak memiliki metode dan metodologi yang jelas, tak terstruktur, kurang ilmiah dan hanya merupakan kumpulan pendapat yang bersifat spekulatif.

5.Hasil polling tidak bisa dipercaya 100% karena karena probabilitas kebenaran dan kesalahan berbanding 50%:50% dan bersifat “debatable”.

Nilai kebenaran sebuah polling tentu berbeda dengan nilai kebenaran ilmiah yang bisa dibuktikan secara empiris melalui metode-metode imiah yang sudah diakui dunia internasional.

Perlu bersikap kritis

Oleh karena itu kita perlu bersikap kritis terhadap hasil-hasil survei maupun hasil polling. Artinya, kita tidak boleh menelan mentah-mentah hasil survei dan polling sebagai sebuah kebenaran yang mutlak, sebab survei bisa direkayasa sedangkan polling bersifat subjektif.

 

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973

SAMPAI hari ini kok masih ada yang beranggapan bahwa jika Bank Century tidak di bailout (diberi dana talangan), maka bisa menimbulkan dampak sistemik. Bahkan dengan bangga mengatakan Boediono itu profesor ekonomi, Sri Mulyani itu dinyatakan sebagai menteri keuangan terbaik di dunia.

Itu betul.Boediono memang profesor ekonomi. Tapi jangan lupa, di Amerika dan di negara-negara lain tiap hari selalu muncul atau terbit buku-buku ekonomi, jurnal-jurnal ekonomi, analisa-analisa ekonomi dan perkembangan-perkembangan ekonomi. Tidak mungkin seorang profesor membaca buku-buku ekonomi yang terbit tiap hari.

Benar Sri Mulyani merupakan menteri keuangan terbaik di dunia. Wajar, sebab yang memberi penilaian adalah negara-negara yang tergabung di dalam IMF dan World Bank.

Indikator bank berpotensi berdampak sistemik

Yaitu, apabila sebuah atau beberapa bank kecil atau besar bermasalah, mengalami kesulitan likuiditas, gagal kliring dan punya banyak utang ke banyak bank lain dengan jumlah yang besar, maka bisa berdampak sistemik.

Dampak sistemik itu apa?

Menurut Sri Mulyani, dampak sistemik yaitu suatu skala atau dimensi kesulitan sebuah bank yang bisa berakibat terhadap sistem perbankan secara keseluruhan yang pada akhirnya berpengaruih negatif terhadap perekonomian secara keseluruhan. Kurang lebihnya begitu.

Yang terjadi di Bank Century

Ternyata tidak punya utang apa-apa ke bank-bank lainnya. Yang terjadi adalah perampokan bank yang dilakukan oleh orang dalam sendiri. Juga adanya dana nasabah yang dipindahkan ke rekening Antaboga. Dan uang yang dirampok itulah yang diganti (bailout).

Terus, dampak sistemiknya di mana?

Ya nggak ada…!!!

Bank Century tak punya utang ke bank-bank lain

Bank-bank lain aman-aman saja.

Tidak ada dampaknya terhadap sistem perbankan.

Tidak ada dampaknya terhadap sistem perekonomian secara nasional.

Artinya

Tanpa dibailoutpun, sistem perbankkan nasional dan sistem perekonomian nasional aman-aman saja.

Mereka yang kontra bailout bukan saja profesor-profesor ekonomi Indonesia, tetapi juga George Soros seorang pialang saham kelas internasional.

Untuk memahami kasus Bank Century kita tidak cukup faham ilmu ekonomi, tetapi juga filsafat ekonomi, logika ekonomi, matematika ekonomi dan hukum ekonomi.

Catatan:

Bahkan George Soros, seorang pialang kelas dunia yang cukup terkenal namanyapun mengatakan bahwa kasus Bank Century tidak mungkin punya dampak sistemik terhadap bank-bank lain sebab Bank Century tergolong bank kecil. Ini diucapkan oleh orang yang benar-benar memahami dunia perekonomian.

Sumber foto: agamovecloser.wordpress.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

 

SEPERTI yang sudah diprediksikan banyak pihak, pelaksanaan SEA Games XXVI dipastikan banyak masalah. Hal ini antara lain faktor perencanaan yang kurang matang dan sempitnya waktu untuk mengerjakan proyek tersebut. Banyak pihak, terutama dari para atlet dan wartawan dari luar negeri yang merasa kecewa. Bahkan, banyak juga dari kalangan bangsa Indonesia sendiri yang merasa dipermalukan atas banyak kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Hal-hal yang memalukan

1.Vietnam mengeluh, karena saat pertandingan sepak bola akan dimulai, lagu kebangsaannya terputus-putus

2.Filipina, mengeluh, karena saat pertandingan sepak bola akan dimulai, lagu kebangsaannya terputus-putus

3.Malaysia mengeluh, karenaletak lomba dayungnya jauh dan menghabiskan energi mereka

4.Sekitar 150 wartawan dari berbagai negara sangat kecewa karena pers room tidak dilengkapi jaringan komputer dan internet

5.Negara-negara peserta lomba dayung kecewa karena adanya penundaan jadwal

6.Negara-negara peserta lomba sepatu roda karena fasilitasnya tidak berstandar internasional

7.Puluhan atlet dr luar negeri rami-ramai meninggalkan hotel apung karena tidak sesuai dengan standar internasional.

8. Api obor SEA Games sempat mati-mati melulu.

9.Tidak adanya alat atau mesin pencatat waktu/score

10.Jalan di sekitar kompleks SE Games : becek, berdebu, got mampet, air menggenang. bahkan kalau turun hujan air menggenang cukup tinggi.

11.Banyak atlet mengeluh atas macetnya jalan di Jakarta dan Palembang

12.Tempat shalat di komplek SEA Games dipenuhi spanduk-spanduk sponsor

13.Atlet dari Filipina, Malaysia dll keracunan makanan

14.Kasus korupsi Wisma Atlet menjadi bahan olok-olok para atlet dari mancanegara

15.Sewaktu hujan datang, ternyata atap Istora Senayan bocor.

16.Dan…masih banyak lagi.

Catatan:

Tidak ada permintaan maaf dari Menpora Andi Malarangeng

Berita-berita memalukan itu tidak hanya dimuat di harian Indonesia, tetapi juga di media massa mancanegara, termasuk di blog dan website di internet dan dibaca ratusan juta orang di seuruh dunia.

Sumber: Dari berbagai sumber

Satu-satunya yang tidak memalukan

Satu-satunya yang cukup membanggakan bangsa Indonesia yaitu, Indonesia boleh dipastikan akan nmenjadi Juara Umum SEA Games XXVI, Nopember 2011.

Hariyanto Imadha

Favebooker/Blogger

Oleh: feusakti | November 11, 2011

MANAJEMEN: Apa Beda Manajemen dan Sistem?

SAYA pernah jadi Konsultan Manajemen atau Staf Ahli Manajemen pada sebuah BUMN di Jakarta. Juga, pernah menjadi Konsultan Sistem dan Prosedur pada sebuah perusahaan swasta.

Banyak orang tidak bisa membedakan dengan cerdas apa bedanya manajemen dan sistem. Bisa saya maklumi sebab mereka tak pernah menjadi konsultan manajemen maupun konsultan sistem dan prosedur.

Manajemen itu apa sih?
Rangkuman berbagai definisi mengatakan bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai sesuatu tujuan melalui orang lain.

Misalnya:
Untuk mencapai kepuasan para Facebooker, maka pimpinan sebuah tim Facebook tentu diberi tugas untuk membuat sebuah perencanaan yang baik, sebuah pelaksanaan yang baik dan sebuah pengawasan yang baik.

Pengalaman
Untuk mengadakan program komputerisasi di salah satu BUMN di Jakarta, maka saya harus membuat perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang baik akan tujuan tercapai melalui orang lain.

Apabila sebuah fungsi manajemen (perencanaan atau pelaksanaan atau pengawasan) berjalan tidak baik, maka itulah yang disebut manajemen yang tidak baik.

Misalnya:
Supaya status Facebooker tidak disalah gunakan oleh Facebooker lainnya, maka seharusnya direncanakan sebaik mungkin agar Facebooker lain tidak seenaknya sendiri “menandai” Facebooker lain.

Apakah sistem itu?
Sistem adalah dua atau dua elem atau subsistem yang saling keterkaitan dan ketergantungan sehingga apabila salah satu subsistem tidak berfungsi, maka subsistem lainnya juga akan terpengaruh dan tidak berfungsi.

Misalnya:
Sebuah mobil terdiri dari beberapa subsistem. Antara lain mesin, roda, BBM, setir, Accu dan lain-lainnya. Apabila salah satu subsistem tidak ada, maka mobil tidak bisa jalan. Misalnya, ketika BBM tidak ada, maka mobil tidak bisa jalan.

Pengalaman
Ketika menerapkan Sistem dan Prosedur Perpajakan MAPATDA di Kotip Prabumulih, ternyata sistem pemberian NPWPD tidak bisa berjalan dengan baik, maka ini mempengaruhi semua subsistem berikutnya.

Logika “sistem” yang salah
Sering orang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau SDM-nya tidak baik,maka hasilnya juga tidak baik”. Mereka mungkin belum mengerti bahwa manusia atau “man” merupakan bagian daripada sistem dan merupakan subsistem.

Logika “sistem” yang benar
Sistem yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik
Sistem yang baik,tidak mungkin menghasilkan hasil yang tidak baik
Sistem yang tidak baik,akan menghasilkan hasil yang tidak baik
Sistem yang tidak baik, tidak mungkin menghasilkan hasil yang baik

Kesimpulan umum
Jadi, apabila ada Facebooker lain bisa “menandai” Facebooker lain, dan tidak terpengaruh fungsi subsistem lainnya (misalnya chatting, menulis status,dll) maka itu bukanlah gangguan sistem, tetapi karena manajemenyang tidak baik, sebab tujuan daripada kepuasan para Facebooker tidak tercapai.

Kesimpulan khusus
Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan tertentu melalui orang lain .
Jadi, kalau Facebooker bisa menandai semua Facebooker, maka itu merupakan hasil manajemen yang tidak baik

Sistem adalah rangkaian subsistem yang saling keterkaitan di mana bila ada satu ada beberapa subsistem tidak berfungsi, maka sistem tidak akan berfungsi.
Jadi, kalau Facebooker bisa menandai semua Facebooker dan tidak mengganggu layanan atau fitur lain, maka itu bukanlah sebuah sistem.

Saran
Kalau Anda menganggap artikel saya ini salah, silahkan Anda membuat artikel juga. Kalau cuma komen-komen saja, murid SD juga bisa.

Hariyanto Imadha
Mantan Konsultan Manajemen / Staf Ahli Manajemen (BUMN)
Mantan Konsultan Sistem dan Prosedur (PT Swasta)

Oleh: feusakti | November 9, 2011

EKONOMI: Pemerintahan SBY Gagal Mandiri Pangan

 Indonesia Terjebak Impor Pangan

 ITU judul berita Harian Kompas, Senin,24 Agustus 2004. Sebuah berita yang sangat memprihatinkan karena Kabinet Indonesia Bersatu yang katanya diisi orang-orang pintar ternyata masih tak mampu menciptakan kemandirian di bidang pangan.

 

Apa saja yang diimpor? Antara lain gula pasir, cabe merah, daging ayam, bawang merah, telur ayam, daging sapi, beras, kacang tanah, minyak goreng dan lain-lain.Bayangkan, 64 tahun Indonesia merdeka masih belum mandiri di bidang pangan?

Impor garam? Indonesia merupakan negara yang memiliki pantai terpanjang di dunia dan seharusnya bisa menghasilkan garam terbanyak dan terbaik di dunia. Cabe merah? Indonesia ini tanahnya subur kenapa menanam cabe merah saja tidak sanggup? Kalau masyarakat Papua yang tanahnya subur diajari menanam cabe merah tentu Indonesia bisa menjadi eksportir cabe merah.

Begitu pula dengan daging ayam, bawang merah, telur ayam, daging sapi,beras, kacang tanah, minyak goreng sebenarnya bisa diproduksi sendiri secara maksimal asal pemerintah benar-benar mau turun tangan. Selama ini menteri-menteri kita hanya bekerja berdasarkan laporan-laporan dari daerah yang belum tentu kebenarannya.

Dari kacamata ilmu manajemen yang saya kuasai maka saya sampai pada kesimpulan bahwa betapa buruk manajemen pangan di era SBY-Kalla ini. Tidak sesuai dengan iklan-iklan kampanye yang digembor-gemborkan melalui berbagai televisi.

Bayangkan. Kita punya puluhan juta petani. Punya tanah sedemikian luas. Kalau manajemen pangannya bagus tentu Indonesia tidak perlu impor garam dan lain-lain. Pulau Madura sebagai Pulau Garam, kalau dibantu pemerintah tentu akan mampu menghasilkan garam yang berkualitas.

Kekurangan daging ayam? Jutaan transmigrasi tidak punya penghasilan layak. Kalau mereka dimodali untuk beternak ayam, tentu Indonesia akan surplus daging dan telur ayam. Bawang merah? Apa sih sulitnya menanam bawang merah? Kalau Jawa Barat dijadikan konsentrasi produksi bawang merah tentu Indonesia tak perlu impor bawang merah. Kondisi tanah dan iklim Jawa Barat sangat cocok untuk pertanian bawang merah.

Sebenarnya Indonesia mampu mandiri di bidang pangan. Masalahnya adalah adanya oknum-oknum importir yang tidak suka Indonesia mandiri di bidang pangan. Karena, kalau Indonesia bisa mandiri, mereka tidak punya bisnis lagi. Misalnya, kalau mandiri di bidang daging sapi, maka para importir daging sapi akan protes ke menteri-menteri terkait. Bahkan tidak menutup kemungkina, para perusahaan impor itu milik anak-anaknya menteri tertentu.

Jadi, penyebab Indonesia tidak mampu mandiri di bidang pangan ada dua hal. Pertama , memang manajemen pangannya buruk. Kedua, para menteri memang tidak berani berbuat tegas terhadap para importir. Maklum, para importir biasanya punya backing oknum militer.

Kalau sudah begini, kapan Indonesia bisa mandiri di bidang pangan?

Sumber foto: mediaindonesia.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Oleh: feusakti | November 2, 2011

EKONOMI: Ekonom Sontoloyo dan Fatamorgana Ekonomi

EKONOM Sontolyo yaitu ekonom yang mendewa-dewakan teori-teori kesuksesan ekonomi tanpa mengaitkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan ekonomi. Mereka mendewa-dewakan angka statistik sebagai simbol kesuksesan ekonomi.

Tanpa menyadari bahwa apa yang mereka katakan merupakan teori-teori ekonomi Barat yang tidak sesuai dengan kondisi Indonesia. Tidak sesuai dengan Filsafat Ekonomi masa kini. Akibatnya, pendapat-pendapat mereka mengecoh dan bahkan menyesatkan masyarakat karena angka-angka tersebut tidak ada efek positif yang signifikan terhadap kemandirian ekonomi.

Yang dibanggakan para ekonom Sontoloyo:

-pertumbuhan ekonomi tinggi

-cadangan devisa tinggi

-kurs rupiah stabil

-income per capita tinggi

-inflasi rendah

-angka kemiskinan turun (versi BPS)

-rasio utang terhadap GDP rendah,

-dll.

Kenyataannya:

-impor garam

-impor kedelai

-impor ikan

-impo lada

-impor cokelat

-impor daging sapi

-impor gula

-impo  sayur mayur

-impor buah-buahan

-impor BBM

-impor lain-lain

Kenyataan lain

70% sumber daya alam dikuasai kapitalis asing

70% perbankan dikuasai kapitalis asing

70% jasa telekomunikasi dikuasai kapitalis asing

70% gedung-gedung tinggi dikuasai kapitalis asing

70% perekonomian dikuasai asing

Banyak undang-undang dibuat atas dasar dan demi kepentingan kapitalis asing

Dll

Terjebak utang semakin banyak

Denganbangganya para ekonom Sontoloyo utang Indonesia aman sebab rasio utang dan GDP masih bisa ditoleransi.

Tapi kalau ditanya, tahun berapa Indonesia bebas utang 100%, para ekonom Sontoloyo cuma “pelenga-plengo” seperti “bedhes ditulup”.

Tak berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat

Tidak ada pengaruhnya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat

Terbukti bahwa angka-angka ekonomi yang dibanggakan para ekonom Sontoloyo tersebut tidak punya dampak menaikkan kesejahteraan rakyat secara signifikan. Bahkan masyarakat yang miskin tetap miskin dan tambah miskin.

Masih negatif

-Biaya pendidikan mahal

-Biaya kesehatan mahal

-Ranking Indeks Kualitas Manusia (IKM) atau Human Development Index (HDI) merosot dari peringkat ke 108 menjadi peringkat 124 dari 188 negara yang disurvei

-Gizi buruk masih banyak

-Angka buta huruf masih tinggi

-Gaji TNI/TNI/Polri dan upah buruh masih rendah

-Angka kemiskinan lebih dari 100 juta orang (kalau menggunakan kriteria kemiskinan internasional atau PBB)

-Pengangguran masih tinggi

-Pemberantasan korupsi tidak ada kemajuan, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama bertahun-tahun tetap bertengger pada angka 2.8

-Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) masih belum manusiawi

-Dll

 

Negara yang tak punya kedaulatan ekonomi

Akibat cara pandang ekonom-ekonom Sontoloyo yang pro kapitalis, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terpuruk. Kaya sumber daya alam tak tak menikmatinya secara optimal.

Dengan demikian, Indonesia tak memiliki kedaulatan ekonomi. Tak mampu mandiri pangan. Tak mandiri dalam segala bidang.

Fatamorgana ekonomi

Angka-angka statistik ekonomi yang dibanggakan pemerintahan SBY sejatinya merupakan “fatamorgana ekonomi” yang sangat menyesatkan masyarakat. Sangat mengecoh masyarakat. Sebab tak ada dampak positifnya terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Keterpurukan bangsa Indonesia akibat kebijakan-kebijakan ekonom Sontoloyo pemerintah yang “budheg kupinge, picek matane”. Tak mampu melihat realita ekonomi, terutama di desa, daerah terpencil dan daerah perbatasan dengan negara lain.

Ekonom Sontoloyo: Kupinge budheg! Matane picek!

Sumber gambar: netsains.com

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.