Oleh: feusakti | Maret 30, 2012

EKONOMI: Menaikkan Harga BBM Bersubsidi Berarti Tidak Pro Rakyat


SUDAH bertahun-tahun saya menulis artikel ataupun surat pembaca yang mengritik sistem pendidikan nasional yang tidak berbasiskan “logics”, melainkan lebih bersifat “menghafal” dan bukannya berfikir ataupun bernalar. Hasilnya adalah lulusan-lulusan yang pandai di bidang ilmunya tetap tumpul dalam hal penalaran. Saya mengetahui itu sejak 1973.

Khusus dalam hal BBM bersubsidi, ada pro dan kontra kenaikan harga BBM bersubsidi. Masing-masing punya argumentasi dan masing-masing merasa paling benar. Hal demikian juga terjadi dikalangan para pakar ekonomi yang menguasai ilmu ekonomi tetapi tidak memahami filsafat ekonomi, terutama logika ekonomi.

Bukan sekadar setuju atau tidak setuju
Masalah rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tidak sekadar setuju atau tidak setuju. Tetapi harus dilihat dulu apa tujuan dan alasannya. Sebab menaikkan harga BBM bersubsidi bisa benar dan bisa salah. Demikian juga tidak menaikkan harga BBM bersubsidi juga bisa benar dan bisa salah.

1.Tidak menaikkan harga BBM bersubsidi bisa salah (tidak pro rakyat).
Sejak era Soeharto saya menulis surat pembaca bahwa subsidi BBM agar harga BBM tidak naik merupakan kebijakan yang salah, walaupuntujuannya baik yaitu supaya harga sembako dan harga-harga lain tidak naik. Sebab, subsidi atas komoditas merupakan kebijakan yang salah karena subsidi itu hanya dinikmati pemilik kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil pribadi. Hasil ekspor BBM saat iitu habis untuk subsidi BBM dan membuat program-program pro rakyat. Hasilnya, masa pemerintahan rezim Soeharto meninggalkan utang yang luar biasa besar dan ini menjadi beban semua rakyat Indonesia dan bersifat tidak pro rakyat.

2.Tidak menaikkan harga BBM bersubsidi bisa tidak salah (pro rakyat)
Selama ini, kalau harga BBM naik, maka seolah-olah harga BBM bersubsidi juga naik. Padahal, Malaysia tidak mengambil kebijakan seperti itu. Yaitu dengan cara menambah subsidi BBM sehingga harga BBM bersubsidi tidak naik. Syaratnya yaitu APBN yang kuat dan punya cadangan subsidi abadi yang bisa diperoleh melalui cara menaikkan pajak kendaraan bermotor,menaikkan cukai rokok, mengenakan cukai atas penjualan batu bara dan kegiatan lain yang relevan, menaikkan PBB rumah-rumah mewah dan gedung-gedung bertingkat non-pendidikan, menaikkan tarif dasar listrik untuk rumah-rumah mewah, meningkatkan pemasukan pajak-pajak lain, meningkatkan produksi minyak dan masih banyak cara-cara lain. Pro rakyat, sebab daya beli masyarakat , terutama masyarakat miskin tidak terpengaruh.

3.Menaikkan harga BBM bersubsidi bisa salah (tidak pro rakyat)
Kalau alasannya menaikkan harga BBM adalah karena harga BBM internasional naik dan atau harga BBM Indonesia lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi Malaysia dan Singapura, maka itu kebijakan yang salah dan tidak pro rakyat. Walaupun ada BLSM/BLT, subsidi angkutan dan lain-lain, maka itu tidak pro rakyat karena sifatnya hanya semu saja.

4.Menaikkan harga BBM bersubsidi bisa tidak salah (pro rakyat)
Menaikkan harga BBM bersubsidi bisa saja tidak salah, kalau daya beli masyarakat terutama masyarakat miskin sudah meningkat. Kenaikannya juga sedikit demi sedikit dan bertahap, misalnya naik Rp 500 per liter per enam bulan. Untuk meningkatkan daya beli masyarakat terutama masyarakat miskin yaitu menciptakan lapangan kerja permanen di dalam negeri dengan pekerjaan yang layak dan gaji/upah yang layak. Dan kebijakan ini merupakan kebijakan pro rakyat.

Kesimpulan
Andaikan Rezim SBY jadi menaikkan harga BBM bersubsidi mulai 1 April 2012 dengan alasan harga BBM internasional dan tanpa mampu meningkatkan daya beli masyarakat dalam arti sebenarnya, maka kebijakan ttersebut merupakan kebijakan yang tidak pro rakyat.

Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger

About these ads

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: