Oleh: feusakti | November 18, 2012

LEADERSHIP : Apa Gaya Kepemimpinan Jokowi- Basuki Tjahaja Purnama?

BEBERAPA hari yang lalu, sempat jadi pergunjingan sejenak tentang gaya kepemimpinan Jokowi dan Basuki TP. Ada yang pro ada yang kontra. Ada yang membuat penafsiran sendiri-sendiri. Ada yang memberi konotasi negatif ada juga yang memberi konotasi negatif. Biasalah, otak orang tidak ada yang 100% sama.

Di dalam ilmu manajemen, hanya dikenal  tiga macam kepemimpinan, yaitu otoriter, demokrasi dan laissez faire. Apakah gaya kepemimpinan Jokowi adalah otoriter, demokrasi atau laissez faire? Apakah gaya kepemimpinan Basuki TP adalah otoriter, demokrasi atau laissez faire? Ada yang mengatakan gaya kepemimpinan Jokowi itu laissez faire karena sering terjun ke masyarakat. Ada yang menilai gaya kepemimpinan Basuki TP itu otoriter karena menggunakan kata-kata yang keras.

Bagi yang faham teori kepemimpinan tentu setuju bahwa gaya kepemimpinan Jokowi bukan laissez faire dan gaya kepemimpinan Basuki TP bukan otoriter. Keduanya menerapkan gaya kepemimpinan demokrasi sebab keputusan diambil dari masukan-masukan pihak-pihak terkait dan keputusan diambil sesudah melalui pembicaraan bersama.

Teori kepemimpinan dan psikologi

Namun, kalau teori kepemimpinan dilihat dari sudut psikologi, terutama perilaku, maka gaya kepemimpinan Jokowi-Basuki TP bisa dibedakan sebagai berikut.

1.Kepemimpinan Jokowi, “soft democracy”

2.Kepemimpinan Basuki TP, “hard democracy”

ad.1.Kepemimpinan Jokowi, “soft democracy”

Dinamakan soft democracy karena Jokowi menggunakan pendekatan-pendekatan antikekerasan. Menggunakan pendekatan dialog. Memerlukan melihat langsung kondisi sebuah objek. Sebuah pendekatan yang menekankan humanisme atau kemanusiaan. Pendekatan ini cocok untuk kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas.

Contoh:

Untuk menertibkan PKL, tidak boleh dengan menggunakan kekerasan, memukul, menendang, mengobrak-abrik dan semacamnya. Melainkan harus melalui dialog-dialog yang persuasif. Menanamkan pengertian. Dan memberikan solusi yang tidak merugikan para PKL.

ad.2.Kepemimpinan Basuki TP,”hard democracy”

Kata “hard” jangan diartikan keras, tetapi harus diartikan “tegas”. Yaitu pendekatan yang menitikberatkan ketegasan, efisiensi dan efektivitas berdasarkan data-data dan fakta-fakta yang ada. Pendekatan ini sangat cocok untuk pembenahan birokrasi, efisiensi keuangan dan efektivitas penggunaan anggaran secara transparan.

Tiap orang punya gaya kepemimpinan yang berbeda

Yang harus dipahami yaitu, tiap orang punya gaya kepemimpinan yang berbeda. gaya kepemimpinan otoriter, demokrasi atau laissez faire juga bisa warna berbeda-beda. Bisa punya nuansa yang berbeda-beda. Bisa punya tekanan yang berbeda-beda. Gaya kepemimpinan seseorang juga dipengaruhi oleh kepribadian dan mindset seseorang yang sedang menjadi pemimpin.

Sumber foto: berita8.com

 

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.