Oleh: feusakti | Maret 7, 2011

EKONOMI: APBN/APBD Defisit Cermin Mental Pengemis

SELAMA aktif di bidang kemahasiswaan, baik di senat mahasiswa, badan kemahasiswaan ataupun di kepanitiaan apapun, hampir selalu dipilih sebagai ketua. Saya selalu membuat anggaran tanpa defisit karena defisit saya anggap merupakan mental pengutang atau mental peminta-minta.

Demikian pula penilaian saya terhadap APBN/APBD yang selalu dibuat defisit, maka sudah pasti akan ditutup dengan cara utang. Sejarah menunjukkan bahwa pemasukan dari pajak dan nonpajak tak pernah mampu menutup defisit yang sengaja dibuat. Konsekuensinya, selama Indonesia menganut sistem defisit, maka selama itu juga Indonesia akan tetap bangsa bermental utang.

APBN/APBD defisit itu ibarat anggaran pendapatan dan pengeluaran rumah tangga di mana pengeluaran suami, istri dan anak selalu dianggarkan lebih besar daripada gaji bulanan yang diterima, sehingga tiap bulan harus “ngutang” ke tetangga kanan-kiri, menggadaikan atau menjual harta benda miliknya.

Pemerintah juga begitu. Untuk membayar utang terpaksa harus menjual murah BUMN, menaikkan setoran BUMN, menaikkan bermacam-macam pajak dan retribusi, mencabut subsidi untuk perguruan tinggi negeri, menaikkan tarif dasar listrik dan ujung-ujungnya membuat utang baru.

Sudah saatnya bangsa ini belajar menghidupi diri sendiri dari pajak, nonpajak dan penerimaan lain-lain. Sudah saatnya kita menggunakan APBN/APBD tanpa defisit. Sudah saatnya kita melakukan penghematan secara total baik untuk kepentingan politik maupun nonpolitik. Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh mental pengutang.

Kata-kata bijak

Sebaik-baiknya utang,masih lebih baik tidak punya utang.

Sumber foto: sumintar.com

Hariyanto Imadha

Facebooker


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: