Oleh: feusakti | Maret 25, 2011

MANAJEMEN : Strategi Membenahi Kali Ciliwung

KALI Ciliwung, cukup terkenal. Panjang sekitar 120 kilo meter. Dihuni sekitar 70.000 kepala keluarga atau sekitar 379.000 jiwa. Semuanya warga miskin. Sejak era Soekarno hingga era SBY, belum ada satupun presiden yang mampu mengentaskan kemiskinan dan sekaligus membenahi Kali Ciliwung itu. Di samping kemiskinan, juga masalah sampah dan pendangkalan kali turut menjadi masalah yang cukup mencemaskan.

Tampaknya pemerintah belum memiliki manajemen lingkungan ataupun strategi pembenahan Kali Ciliwung secara signifikan. Kebanyakan alasannya klise, yaitu memerlukan dana yang luar biasa besar. Pengerukan sudah dilakukan, tapi hasilnya belum signifikan. Sampah-sampah sudah dibersihkan, namun beberapa hari kemudian penuh lagi dengan sampah.

Andaikan saya jadi gubernur Pemprov DKI Jakarta, maka saya akan lakukan hal-hal sebagai berikut:

1.Strategi undang-undang

Saya akan usulkan agar undang-undang, perda atau peraturan-peraturan yang melarang pembangunan di sepanjang Kali Ciliwung dicabut.

2.Harus dibolehkan

Undang-undang ataupun perda ataupun peraturan justru membolehkan mendirikan bangunan di sepanjang Kali Ciliwung dengan syarat-syarat:

a.Diserahkan sepenuhnya ke pihak swasta

b.Berhak membeli tanah di sepanjang Kali Ciliwung dengan harga yang murah dan harus dimungkinkan adanya IMB dan sertifikat tanah.

c.Tiap kaveling ukurannya sama dan hanya untuk ruko tiga lantai. Lantai pertama untuk ruko,lantai kedua untuk tempat tinggal pemilik ruko dan lantai tiga untuk disewakan ke warga Ciliwung dengan sewa murah.Tidak ada tangga dari lantai dua ke lantai tiga.Tangga ke lantai tiga ada di samping luar. Tiap lantai dilengkapi kamar mandi dan WC.

d.Pihak swasta wajib mengeruk Kali Ciliwung

e.Pihak swasta wajib membangun dinding Kali Ciliwung dengan konstruksi,batu,kawat baja,semen dan harus dijamin kuat.

f.Di belakang ruko masih ada jalan setapak terbuat dari semen atau conblock.

g.Di belakang ruko di lengkapi lampu penerangan untuk menerangi sungai

h.Pihak swasta wajib menjadikan Kali Ciliwung sebagai objek wisata air sepanjang 120 km berupa perahu-perahu kecil bermesin dan beratap.

i.Pihak swasta wajib memodifikasi semua jembatan sepanjang kali Ciliwung supaya bisa dilalui perahu2 kecil bermesin dan beratap itu.

j.Bahkan dimungkinkan bisa untuk jetsky.

k.Juga,untuk transportasi umum lewat sungai

l.dll.

Keuntungan

1.Pemerintah tidak perlu keluar uang satu senpun, bahkan dapat pemasukan uang dari hasil jual tanah,pajak tanah, pajak telepon,pajak listrik,dll.

2.Pihak swasta untung karena bisa membeli tanah dengan harga murah.

3.Warga miskin bisa menempati ruko lantai tiga dengan sewa murah (dibayar ke DKI Jakarta) berupa retribusi bulanan. Tak perlu lagi buang sampah di kali.Tak perlu lagi buang hajat, cuci piring,cuc baju,dll di kali karena ruko sudah dilengkapi kamar mandi,WC,listrik,PAM,dll. sesuai kategori mereka.

4.Warga miskin bisa dapat penghasilan dari objek wisata air. Bahkan bisa berjualan, menjadi tukang parkir,dll.

5.Dan keuntungan-keuntungan lainnya bagi semua pihak.

 

Lihatlah Kali Mas Surabaya (Lihat Gambar)

Ketika saya sekolah di salah satu SMAN di Surabaya, saya sering duduk-duduk santai di tepi Sungai Kali Mas sambil minum es jus atau makan bakso. Sebab, di situ memang banyak warung yang bentuknya rapi. Lokasi di sekitar Jl. Kayun atau dekat Hotel Brantas.

Di sepanjang Kali Mas juga banyak berdiri bangunan toko,kantor,perusahaan dan lain-lain dan selama ini tak pernah dipermasalahkan. Kalau di Surabaya boleh membangun bangunan di tepi Kali Mas, tentu di Jakarta juga harus dibolehkan membangun bangunan di sepanjang Kali Ciliwung dengan berbagai syarat.

Ini cuma gagasan. Jadi tak perlu diperdebatkan. Lha, artikel ini Cuma fiktif saja. Cuma berandai-andai. Itupun, andaikata saya yang jadi gubernur Pemprov DKI Jakarta. Sekali lagi, Cuma gagasan.

Sumber foto: dewey.petra.ac.id

 

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: