Oleh: feusakti | April 12, 2011

MANAJEMEN:Bocornya Soal UN Bisa dari Mana Saja

KALAU ada yang mengatakan soal ujian nasional (UN) tidak mungkin bocor, pasti itu diucapkan oleh orang yang tidak faham ilmu manajemen.. Bahkan orang yang tidak faham sistem. Bahkan tidak memahami moral bangsanya sendiri.

Menurut saya, kemungkinan bocornya soal UN bisa sejak dari pembuatan soal hingga sampai ke pelaksanaan ujian.

1.Bocor sejak tahap pembuatan soal.

Yang membuat soal ujian adalah manusia. Terdiri dari sebuah tim. Apakah ada jaminan bahwa mereka yang tergabung dalam tim penyusun soal UN adalah manusia-manusia jujur? Tidak ada jaminan. Bisa saja secara sembunyi-bunyi atau bahkan berjamaah atas prinsip tahu sama tahu mereka mengkopi konsep soal UN.Siapa yang tidak rusak moralnya kalau ada pihak-pihak yang bersedia membeli soal UN Rp 100 juta per soal?

2.Bocor sejak tahap percetakan

Pegawai-pegawai percetakan adalah manusia. Gajinya kecil. Siapa sanggup mengawasi mereka tiap detik? Tidak ada. Bisa saja dalam kesempatan tertentu, satu dua karyawan percetakan mencuri beberapa soal ujian. Karyawan percetakan mana yang tak tergiur uang Rp 50 juta untuk per soal ujian?

3.Bocor sejak tahap pengiriman

Para pengirim adalah manusia.Para penjaganya adalah polisi pangkat paling rendah yang gajinya kecil. Mereka yang mengawal pengiriman soal UN pun akan tergiur kalau ada pihak-pihak yang menawarakan imbalan Rp 25 juta per soal UN. Gaji kecil, ada tawaran uang besar. Apakah ada jaminan mereka jujur? Tidak ada jaminan. Kalau ditemukan ada amplop/bungkus soal robek, mereka bisa bilang itu sejak dari percetakan.

4.Bocor di tempat simpanan di daerah

Sama saja. Mereka yang menjaga tumpukan soal ujian adalah orang-orang yang gajinya kecil. Untuk menjaga semalam atau beberpa malam, paling-paling cuma dibayar Rp 50 ribu per malam. Apakah mereka tidak tergiur kalau ada yang bersedia membeli Rp 10 juta per soal UN? Mereka manusia biasa yang butuh uang. Mereka akan dianggap aneh kalau menolak uang Rp 10 juta per soal UN. Kalau amplop/bungkusnya robek, bisa saja mereka beralasan robek sejak dari pengirimannya.

5.Bocor di saat pelaksanaan ujian

Ketika soal dibagikan, pasti ada sisa soal UN. Beberapa oknum guru segera mengerjakan dengan secepat-cepatnya. Biasanya atas perintah kepala sekolah yang menginginkan siswa sekolahnya lulus 100 % demi nama baik sekolahnya.

Tak menutup kemungkinan kepala sekolahnya dapat imbalan Rp 5 juta dari orang tua siswa yang jumlahnya bisa sampai 50 orang tua atau sekitar Rp 250 juta dan nantinya akan dibagi-bagi secara merata.

6.Bocor karena para pengawas hanya pura-pura mengawasi

Para pengawas hanya pura-pura mengawasi karena sebelumnya sudah dapat imbalan Rp 2,5 juta dari per siswa dan beberapa siswa dan dibiarkan mereka melihat contekan atau bertanya ke temannya (yang dapat bocoran soal). Bahkan para pengawaspun memberitahukan jawaban ke para siswa.

Sebuah keanehan kalau ada sekolah lulus 100% dan anehnya nilai kelulusannya sama semua. Kalau mau jujur, sebenarnya banyak kebocoran ujian UN tetapi ditutup-tutupi tidak diberitakan karena wartawannya dapat uang sogokan dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan atau bahkan dari bupati setempat.

Tentu, semua hal bisa dilakukan oleh mereka yang berpredikat oknum. Jangan Anda menuduh saya suudzon sebab artikel ini merupakan hasil analisa berdasar teori probabilitas. Hanya orang bodoh dan tidak faham ilmu manajemen yang mengatakan saya suudzon.

Bagaimana solusinya supaya soal ujian tidak bocor?

Beberapa hari yang lalu saya telah mengirim surat pembaca ke 200 surat kabar dan di Facebook yang mengusulkan agar tiap soal ujian dibuat 26 versi ( versi A hingga versi Z) dengan tingkat kesulitan dan kemudahan yang sama di mana peserta ujian di dalam kelas akan menerima soal ujian yang materinya sama tetapi pertanyaanya berbeda. Probabilitas bocornya soal ujian UN sangat kecil sekali.

Usul saya tidak sulit untuk direalisasikan. Hanya orang bodoh yang mengucapkan kata “sulit”

Sumber foto: ujiannasional.web.id

Hariyanto Imadha

Mantan Konsultan Manajemen

 

 

 

 


Responses

  1. bisa saja bocor …. misalnya ada yang nakal soal semua di skan terus diunggah di sosial media … kalau ada yang model tertunda


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: