Oleh: feusakti | Mei 5, 2011

MANAJEMEN: Sistem Genap-Ganjil (GG) Solusi Radikal untuk Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta (Indonesia)

ORANG Indonesia memang masih banyak yang tidak cerdas dan IQ-nya rendah. Bahkan hasil survei UNDP mengatakan bahwa dari 177 negara yang disurvei, kualitas SDM Indonesia menduduki peringkat ke 170. Setara dengan negara Guyana, Mongolia dan Bolivia. Salah satu penyebab ketidakcerdasan bangsa Indonesia adalah karena sistem pendidikan yang tidak berbasiskan penalaran.

Apriori Logic Error

Di dalam ilmu logika ada istilah “apriori logic error”. Misalnya: Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan teman saya yang menjadi seorang dokter. Saya katakan, pemilu di Indonesia bisa berjalan dengan baik kalau dilakukan secara online. Tanpa pikir panjang, teman saya bilang “Itu tidak mungkin. Bisa diakali.Orang Indonesia kan banyak akalnya”. Namun ketika saya tanya “Apakah Anda sudah memahami detail gagasan saya?”. Teman saya menjawab “Belum”. Nah, itulah tidak cerdasnya orang Indonesia. Belum tahu tapi sudah langsung mengatakan “tidak mungkin”.

Kenapa Jakarta macet?

Sudah beberapa kali ganti gubernur, namun Jakarta tetap macet. Ada gagasan monorail, tidak jalan. Ada busway, jumlahnya kurang. Sudah ada jalan tol dan jalan layang, tetap macet. Kenapa? Karena gubernur-gubernur kita tak mampu membuat sebuah sistem yang efektif.

Logika kemacetan lalu lintas

Jumlah kendaraan di Jakarta ibarat deret ukur.Sedangkan penambahan jalan dan jumlah MRT ibarat deret hitung. Di mana titik temunya? Tidak akan ada titik temunya. Solusinya yaitu penambahan jalan+penambahan MRT+kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan terutama mobil pribadi

Selalu berpikir idealnya

Tiap gubernur selalu berpikir ideal.Yaitu, mass rapid transportation (MRT) harus diprioritaskan dulu. Kenyataannya, duitnya tidak cukup. Lalu muncul kebijakan-kebijakan setengah konyol, antara lain “3 in 1”, membangun terlalu banyak jalan layang (duitnya ngutang dan belum lunas), membangun jalan baru dan seterusnya. Toh, tetap macet.

Banyak wacana dan banyak ragu-ragu

Sudah lama ada wacana pembatasan usia kendaraan. Tetapi ragu-ragu karena pasti akan mendapat protes masyarakat. Ada wacana membuat jalan tol dalam kota (era Ali Sadikin), tidak jadi karena dianggap membebani masyarakat. Ada wacana motor tidak boleh lewat jalan-jalan tertentu. Dan ini tidak jadi lagi.

Sistem genap-ganjil

Sekitar 10 tahun yang lalu (sekitar 2001) saya sudah menulis surat pembaca di beberapa surat kabar agar pemerintah menerapkan sistem genap-ganjil untuk plat nomor mobil, terutama mobil pribadi. Warna plat nomor polisi genap-ganjil juga harus dibedakan.Plat nomor itupun terbuat dari plat besi (bukan alumunium) dan pemasangannya dilas. Bukan disekrup. Dan ada detail pelaksanaan yang ada di dalam otak saya.

Itu ide saya sekitar 10 tahun yang lalu sebelum ada teknologi yang maju seperti sekarang ini. Kalau sekarang (2012), maka untuk menentukan genap-ganjil yaitu dengan cara membuat e-STNK yang harus dicek melalui scanner khusus e-STNK tersebut yang terdapat di pintu pemeriksaan semacam pintu tol. Dan jika genap/ganjil, maka bisa melewati jalan tertentu sesuai hari-hari yang ditentukan.

Orang Indonesia banyak akalnya?

Betul. Orang Indonesia banyak akalnya. Namun, pemerintah yang bisa diakali menurut saya adalah pemerintahan yang tidak cerdas dan IQ-nya rendah. Bahkan orang yang tak memahami gagasan saya secara mendetail juga saya nilai orang tidak cerdas dan IQ-nya rendah. Karena apa? Mereka belum tahu “detail gagasan” saya, tapi langsung mengatakan gagasan saya tidak realistis.

Banyak gagasan saya yang menjadi kenyataan

Sebagai penulis surat pembaca, banyak gagasan saya yang sudah direalisasikan pemerintah. Antara lain KTP nasional (pelaksanaannya belum 100% sesuai gagasan saya), PSB online, universitas terbuka, pengindonesiaan gelar sarjana, nama-nama halte bus di Jakarta, pemakaian huruf Jawa di tempat-tempat tertentu di Yogyakarta dan Bali dan beberapa usul lainnya.

Pelaksanaan sistem genap-ganjil

Sistem GG ini sudah diterapkan di Beijing. Bahkan Kota Manado dalam event tertentu juga menerapkan sistem ini dan berjalan dengan sukses. Dan ada beberapa negara yang juga menerapkan sistem ini. Bahkan DPRD DKI Jakarta juga siap membuat perda-nya.

Harus merupakan sebuah sistem

Sebagai mantan Konsultan Sistem dan Prosedur, maka saya berpendapat bahwa sistem GG akan berjalan baik apabila didukung oleh sistem dan prosedur yang sempurna. Cuma masalahnya adalah, apakah DKI Jakarta punya staf ahli yang mampu membuat sistem dan prosedur yang sempurna sehingga tidak bisa diakal-akali masyarakat?

Semua gagasan saya tentu sudah saya pikirkan secara matang

Sebagai alumni 6 (enam) perguruan tinggi, tentu saya mampu untuk berpikir secara multidisipliner. Sebuah gagasan, tentu saya pertimbangkan dari berbagai aspek. Masalahnya adalah, banyak orang yang mengritik saya tanpa tahu “detail gagasan” saya. Biasanya mereka adalah orang-orang yang ilmu pengetahuannya sedikit. Mana ada orang tidak cerdas mau mengakui ketidakcerdasannya?

Solusi radikal

Sistem GG merupakan solusi radikal (dalam arti positif) dan satu-satunya terobosan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Pelaksanaannya

Namun, pelaksanaan Sistem GG ini baru efektif kalau kuantitas dan kualitas transportasi umum sudah memadai.

Sumber foto: erwinsusetya.com, Suara Pembaruan 2005

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku pemikiran
Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: