Oleh: feusakti | Mei 13, 2011

MANAJEMEN: Pengelolaan TKI, Tidak Profesional Sejak dari Indonesia

BEGINILAH nasib bangsa Indonesia kalau mereka yang mengelola negara ini orang-orang yang tidak faham manajemen profesional. Mereka jadi pemimpin atau pejabat bukan karena keahliannya, melainkan karena uangnya banyak atau karena faktor politik. Itulah sebabnya, ketika mereka jadi presiden, menteri, gubernur, bupati, walikota, hasilnya adalah manajemen yang amburadul

Asal memberi ijin PJTKI

Asal bayar, maka setiap orang bisa mendirikan PJTKI. Semua syarat yang ditentukan bisa direkayasa. Bisa diatur. Maka muncullah PJTKI-PJTKI yang tidak memiliki kemampuan manajemen yang profesional. Yang dipikirkan cuma uang melulu.

Manipulasi data calon TKI

Manipulasi data TKI sangat mungkin bisa dilakukan. Terutama memalsu tahun kelahiran. Dan manipulasi-manipulasi lainnya.

Pembekalan yang kurang

Di samping kurangnya latihan ketrampilan, juga kurangnya penguasaan bahasa dan budaya negara tujuan. Juga kurangnya pengarahan-pengarahan tentang solusi untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan muncul.

Lemahnya pengawasan

Pengawasan terhadap PJTK-PJTKI juga sangat lemah. Alasannya macam-macam. Tidak ada danalah. Personil kuranglah.Yang inilah.Yang itulah.

Kelemahan di pihak perlindungan hukum

Hanya karena semata-mata ingin dianggap sukses mengurangi pengangguran dan semata-mata mengejar devisa, maka faktor hukum dianaktirikan. Perjanjian antarnegara kurang kuat. Perjanjian antara TKI dan majikan/pengusaha kurang kuat atau bahkan tidak ada.Sistem komunikasi dan pemantauan antara kedutaan/konsulat RI dengan para TKI boleh dikatakan tidak ada.

Tidak mampu mengantisipasi banyaknya kasus

Pemerintah juga tak memiliki kemampuan mengantisipasi banyaknya kasus. Apalagi mencegah terjadinya kasus.Apalagi menangani kasus. Pihak kedubes/konsulat selalu berdalih kurangnya dana dan personil.

Sumber masalah

Yang jadi sumber masalah adalah, adanya menteri yang diangkat atas dasar politik balas budi. Dan ternyata menteri yang ditunjuk tidak kreatif.Tidak mampu mencari terobosan.Tidak mampu menciptakan solusi. Cara berpikirnya tidak sistematis. Tidak mampu berpikir secara matematis.

Tidak mampu menjabarkan tujuan

Tujuannya apa? Menciptakan lapangan kerja. Berapa jumlah TKI di negara bersangkutan? Bagaimana cara memantaunya? Berapa tenaga pemantau yang dibutuhkan? Apa sarana pemantaunya? Punyakah database TKI yang akurat? Berapa dana yang dibutuhkan untuk memulangkan per TKI? Bagaimana cara mencegah terjadinya kasus? Bagaimana caranya supaya para TKI tidak dipungut pungli ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta? Bagaimana caranya supaya semua TKI bisa pulang sampai ke rumah dengan selamat tanpa ada yang memeras? Dan banyak hal yang harus diantisipasi dan dicarikan solusinya.

Solusi

A.Harus profesional

Untuk mengelola TKI yang jumlahnya jutaan, diperlukan SDM-SDM yang benar-benar profesional. Jangan hanya sekadar kepentingan poliitik atau bisnis. kalau Pilipina bisa, kenapa Indonesia tidak bisa? Kalau ada negara yang hanya mengirim TKI pria, kenapa Indonesia tidak bisa? Kalau Malaysia bisa menciptakan jutaan lowongan kerja, kenapa Indonesia tidak bisa?

B.Yang seharusnya dilakukan pemerintah

1.Membuat perencanaan (planning) yang profesional

2.Membuat pelaksanaan (excecuting) yang profesional

3.Membuat pengawasan (controlling) yang profesional

Artinya, menteri tenaga kerjanya harus memiliki kemampuan manajemen yang profesional dan didukung staf ahli yang benar-benar profesional.

Manajemen TKI bisa rapi apabila dikelola SDM-SDM yang profesional.

Sumber foto: kampungtki.com

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: