Oleh: feusakti | Mei 15, 2011

MANAJEMEN: Korupsi adalah Karena Manajemen dan Moral Buruk Bukan Soal Hukuman Mati

SAYA pernah membuat artikel berjudul “Pemimpin dan Rakyat Indonesia Mengalami Krisis Penalaran “ dan “Meluruskan Logika yang Bengkok Memang Membutuhkan Waktu” serta “Ibadahnya Baik tetapi Logikanya Kacau Balau”. Intinya, banyak bukti bahwa berlogika secara logis dan benar masih banyak belum dikuasai para pemimpin dan rakyat Indonesia.

Dengan banyaknya korupsi di Indonesia, maka banyak logika-logika yang mengatakan supaya para koruptor dijatuhi hukuman mati. Bahkan hukuman mati versi Islampun dibawa-bawa, padahal Indonesia bukanlah negara Islam. Atau, negara China yang menerapkan hukuman mati bagi para koruptorpun dibawa-bawa.

Hukuman mati tidak efektif

1.Walaupun para teroris dan para bandar narkoba di Indonesia dijatuhi hukuman mati, faktanya, teroris dan bandar narkoba terus bermunculan.

2.Walaupun hukuman mati pernah dicantumkan dalam UU Tipikor, faktanya tidak ada satupun hakim yang menjatuhkan hukuman mati bagi para koruptor. Sebab uang lebih berkuasa daripada hukum.

3.Hukuman mati yang diterapkan di China, namun korupsi tetap merajalela. Walaupun di China ada angka penurunan korupsi (tidak signifikan),namun bukan karena hukuman mati, tetapi karena China memperbaiki Manajemen Pencegahan Korupsi atau CPM (Corruption Prevention Management)

3.Hasil survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktik hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan

menunjukkan:

-1. Praktik hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan.

-2.Tingkat kriminalitas berhubungan erat dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat dan dan berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum.

PERTANYAAN: Tolong tunjukkan hasil survei mana yang mengatakan bahwa hukuman mati itu efektif  untuk memberikan efek jera?.Kalau hanya pendapat-pendapat  pribadi,kita bisa terjebak pada “ngeyelisme”.

Negara-negara yang kurang korup dan yang paling korup

Dua belas negara yang paling kurang korupsinya, menurut survey persepsi (anggapan tentang korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut :

1. 1. Australia

2. 2. Kanada

3. 3. Denmark

4. 4. Finlandia

5. 5. Islandia

6. 6. Luxemburg

7. 7. Belanda

8. 8. Selandia Baru

9. 9. Norwegia

10. 10. Singapura

11. 11. Swedia

12. 12. Swiss

Kenapa angka korupsinya kecil?

Sebab:

-Menerapkan Manajemen Pencegahan Korupsi (Corruption Prevention Management) dengan baik

-Moral para penegak hukumnya baik

-Gaji para penegak hukumnya tinggi

Menurut survei persepsi korupsi , tiga belas negara yang paling korup adalah:

1. 1. Azerbaijan

2. 2. Bangladesh

3. 3. Bolivia

4. 4. Kamerun

5. 5. Indonesia

6. 6. Irak

7. 7. Kenya

8. 8. Nigeria

9. 9. Pakistan

10. 10. Rusia

11. 11. Tanzania

12. 12. Uganda

13. 13. Ukraina

Kenapa angka korupsinya besar?

Sebab:

-Tidak menerapkan Manajemen Pencegahan Korupsi (Corruption Prevention Management) dengan baik

-Moral para penegak hukumnya tidak baik

-Gaji para penegak hukumnya rendah

Kesimpulan

-Bukan soal hukum Islam ataupun bukan hukum Islam

-Bukan soal ada tidaknya hukuman mati

-Korupsi adalah karena faktor manajemen dan moral yang buruk.

Buktikan!

Apakah hukuman mati efektif di Indonesia?

Buktikan! Jangan cuma berteori saja! Percuma punya gelar sarjana kalau logikanya bengkok!

Saran

Jaddilah warganegara Indonesia yang cerdas!

Sumber foto: matanews.com

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Responses

  1. Pantasnya indonesia di adakan pemutihan utk memperbaiki moral dan etika masing2:-)’


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: