Oleh: feusakti | Juni 21, 2011

EKONOMI: Merindukan Sistem Pertanian Syariah

SEJAK Indonesia merdeka sampai hari ini, tidak jelas sistem apa yang dipakai untuk mengelola pertanian. Akibat tidak jelasnya sistem, maka nasib petanipun banyak yang terpuruk. Di negara yang menganut sistem pertanian kapitalis, para petaninya kaya, memiliki lahan pertanian yang luas dan didukung peralatan pertanian modern.

Sedangkan petani Indonesia , lahannya kecil dan hasilnyapun kecil. Itupun para petani masih menghadapi banyak kendala, mulai dari harga pupuk mahal, irigasi yang buruk, peralatan pertanian yang tradisional. Tak jarang pula petani terjerat utang bank.

Ada dua fakta. Pertama, Indonesia merupakan negara agraris. Kedua, mayoritas penduduknya beragama Islam. Oleh karena itu perlu dibuat sistanas (sistem pertanian nasional) berbasiskan syariah (dalam arti sharing atau bagi hasil). Sarana dan prasarana berupa traktor tangan, BBM, pupuk, obat-obat anti hama, alat penyemprot hama,benih padi, irigasi, dll. (Semua disediakan oleh pemda, pengusaha atau kelompok pengusaha).

Juga perlu adanya asuransi pertanian untuk mengantisipasi timbulnya kerugian. Dalam sistem ini petani tidak perlu mengeluarkan uang satu senpun.

Ketika panen, maka hasilnya dibagi. Misalnya 25 persen untuk pemda, pengusaha atau kelompok pengusaha dan 75 persen untuk petani. Petanipun membagikan lagi berdasarkan luas lahan yang dimiliki. Bagi petani penggarappun dibayar sesuai dengan bayaran yang layak.

Hanya dengan sistem pertanian syariahlah kesejahteraan petani bisa terjamin. Negarapun untung karena mampu berswasembada beras (pangan). Tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi negara pengekspor beras terbesar di dunia.

Catatan:

-Tulisan ini hanya merupakan gagasan

Sumber foto: antaranews.com

Hariyanto Imadha

Alumni FE

Universitas Trisakti

JAKARTA


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: