Oleh: feusakti | Juni 24, 2011

MANAJEMEN: Kalau HP TKI Disita Majikan Masihkah Efektif?

PENGANTAR

Artikel ini saya tujukan untuk:

a.Yang menolak terhadap gagasan HP TKI

b.Yang memberikan komentar sinis terhadap HP TKI

c.Yang menertawakan terhadap gagasan HP TKI

Saya menyadari, memberikan pencerahan kepada orang lain memang butuh waktu. Di inbox saya ada dua komentar.Pertama:”Usulan Hariyanto Imadha soal HP TKI memang bagus. Tetapi belum tentu bagus di dalam praktek”. Kedua:” Kalau HP TKI disita majikan,apa iya bisa dikatakan efektif?”

Komentar:

”Usulan Hariyanto Imadha soal HP TKI memang bagus. Tetapi belum tentu bagus di dalam praktek”

Jawaban saya:

” Pancasila dan Al Qur,an itu bagus. Kalau di dalam prakteknya buruk, apakah yang membuat Pancasila dan Al Qur’an yang disalahkan dan bertanggung jawab? Tentu tidak. Kalau pelaksanaannya tidak bagus yang salah dan bertanggungjawab adalah pelaksananya.”

Komentar:

Kalau HP TKI disita majikan,apa iya bisa dikatakan efektif?”

Jawaban saya:

Begini.Tiap TKI tiap bulan wajib lapor ke kedubes/konsulat/pusat pemantau atau call center.Ternyata Si A,B,C,D,E bulan itu tidak memberikan laporan.

Ada beberapa kemungkinan:

-HP hilang

-Pulsa habis

-HP rusak

-Sakit

-Tidak ada sinyal atau sinyal kurang kuat

-Lupa

-Tidak tahu caranya memakai HP

-Setrum baterai habis

-HP disita majikan,dll.

Dalam kondisi tidak ada laporan,maka call center menghubungi TKI melalui HP TKI

Ada dua kemungkinan

-Tidak ada jawaban

-Ada jawaban: positif dan negatif (TKI punya masalah)

Jika tidak ada jawaban atau ada jawaban tetapi negatif, maka petugas pemantau wajib melakukan pemantau langsung ke tempat kerja TKI

Ternyata di tempat TKI ditemukan fakta:

Misalnya:

-HP disita

-Gaji bulan pertama tidak dibayar atau dibayar tetapi tidak 100%

-Perlakuan tidak baik (disiksa,tidur di lantai,bekerja 24 jam non stop dan perlakuan tidak baik lainnya).

Berdasarkan temuan awal tersebut,maka petugas pemantau wajib menindaklanjuti.

Dengan demikian, walaupun HP TKI disita majikan, masih ada nilai-nilai efektifnya, yaitu adanya fakta awal negatif yang harus segera ditindaklanjuti.

Tanpa HP, tentu tidak ada deteksi dini, tidak ada tindakan preventif. Akibatnya, perlakuan tidak baik akan berlangsung berbulan-bulan.

Catatan:

1.Kalau soal HP TKI dijadikan proyek dan korupsi,maka Anda harus tahu bahwa semua pos anggaran di APBN/APBD juga bisa jadi proyek dan dikorupsi.Dan itu bukan urusan saya.

2.Biaya HP TKI,pulsa TKI dan biaya pemantauan sekitar Rp 1 Triliun per tahun. Tidak banyak dibandingkan sumbangan devisa TKI yang jumlahnya sekitar Rp 60 hingga Rp 70 triliun.

3.Program HP TKI adalah program untuk rakyat.Kenapa harus diributkan?

4.HP buat TKI merupakan manajemen preventif (before accident) dan manajemen pemantauan yang paling efisien dan efektif

Komentar:

Saya adalah pengusul HP TKI ke SBY.Mereka yang menolak HP TKI atau memberi komentar sinis atau menertawakan, saya nilai sebagai pribadi-pribadi yang tidak memahami ilmu manajemen

Sumber foto: gmtranslator.com

Hariyanto Imadha

Pengusul HP TKI

(Melalui 200 surat kabar)

Mantan Konsultan Manajemen


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: