Oleh: feusakti | Oktober 21, 2011

EKONOMI: Kenapa Harga Sayur-Mayur dan Buah-buahan dari China Lebih Murah?

PERJANJIAN ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) atau perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan China sudah ditandatangani sejak era Presiden Megawati. Intinya, negara-negara ASEAN boleh memasukkan produk-produk tertentu ke China tanpa bea masuk. Sebaliknya, China juga bebas memasukkan produk-produk tertentu ke negara-negara ASEAN tanpa dikenakan bea masuk.

Itulah awal mulanya. Dan hendaknya dipahami bahwa issue “globalisasi” maupun “perdagangan bebas” sebenarnya merupakan akal bulus negara-negara kapitalis dan imperialis.

Seberapa murah sayur-sayuran dan buah-buahan impor dari China?

Jika sebelumnya harga kentang di tingkat petani dijual dengan harga Rp 4.500 per kilogram, maka sejak dua bulan terakhir harga tersebut melosot hingga Rp 3.700 per kilogram.

Merosotnya harga kentang ini karena dibukanya impor sayuran, diantaranya kentang, dari Cina dan  Thailand. Menurut penuturan JajangSutarsa (35 tahun), petani asal Kampung Kepakan, Desa Karya Mekar, sejak dua bulan terakhir harga jual kentang di tingkat petani merosot hingga Rp 3.700 per kilogram. Sumber: http://id.berita.yahoo.com/kentang-cina-banjiri-pasar-harga-kentang-lokal-merosot-095657576.html

Ada sesuatu yang disembunyikan?

Kepala Sesi Alat Kesehatan dan Makanan Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Valentina mengatakan, masyarakat perlu berfikir ulang sebelum membeli, yakni mengapa harganya murah.

“Logikanya, buah-buah yang dijual murah ini kan dari impor (luar negeri). Tapi kok bisa dijual murah, melebihi harga buah produksi dalam negeri? Ini berarti ada sesuatu yang disembunyikan,” kata Valentina di kelas usaha dalam Bogasari Expo di Lapangan Saburai, Minggu (9/10/2011). Sumber: http://lampung.tribunnews.com/2011/10/09/mengapa-buah-buahan-harganya-murah

Bagaimana nilai ekspor buahan-buahan Indonesia ke negara lain?
Ironisnya, nilai ekspor buah Indonesia tidak berbanding lurus dengan nilai impor buah. Sebab pada 2010 tercatat nilai ekspor buah hanya sebesar US$ 297,9 juta, sedangkan nilai impor buah pada waktu yang sama mencapai angka fantastis, yakni US$ 655,4 juta.Sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/08/18/124036/1705882/159/bukan-lautan-hanya-kolam-impor

Kalau begitu, apakah penyebab murahnya sayur-sayuran dan buah-buahan murah dari China?

1.Bukan karena upah buruh tani di China lebih murah.

Sesudah saya cermati, ternyata bukan karena upah buruh tani di China lebih murah dibandingkan upah buruh di China.

Menurut Kompas.com, upah buruh tani naik menjadi Rp 37.426 Per Hari

Januari 2010 atau naik 0,32.Sumber:http://regional.kompas.com/read/2010/03/01/14135045/Upah.Buruh.Tani.Naik.Menjadi.Rp.37.426.Per.Hari

“Di Selatan (China) itu UMP Rp 2-3 juta,” kata Mari di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (12/2/2010).Berdasarkan kunjungannya di wilayah Jawa Tengah kemarin, ia mengungkapkan  industri-industri apparel seperti sepatu dan lain-lain masih sangat kompetitif dengan China. Apalagi di wilayah Jawa Tengah UMP-nya masih berada disekitar Rp 1 jutaan.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2010/02/12/170358/1298502/4/mendag-pede-ri-bisa-kalahkan-china-soal-upah-buruh

2.Bukan karena harga pupuk di China lebih murah
PT Pupuk Sriwidjaja optimistis mampu bersaing dengan industri pupuk China dalam menghadapi perdagangan bebas China-Asean (ACFTA), karena harga pupuk produksi Tanah Air lebih murah dibandingkan dengan produksi buatan China terutama PetroChina.

“Soal harga pupuk tidak jadi masalah, kita siap bersaing harga masih di bawah China hingga 2012,” kata Direktur Utama Pusri Dadang Heru Kodri di sela acara pelaksanaan Pusri Junalistik Award pekan lalu.Namun, dia mengakui saat ini kapasitas pabrik pupuk di Tanah Air masih sangat jauh dibandingkan dengan China yang cukup besar, mencapai 134 juta ton per tahun. Mereka adalah produsen sekaligus pedagang pupuk yang tidak bisa diperkirakan.Sumber:http://www.pusri.co.id/50publikasi01.php?tipeid=DD&pubid=pub20100126

Lantas,apa sesungguhnya yang menyebabkan harga sayur-mayur dan buah-buahan China murah?

1.Karena tidak ada bea masuk untuk sayur-sayuran dan buah-buahan dari China

Direktur Jendral (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono menyebut tidak ada biaya masuk untuk impor buah-buahan.

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/07/14/242030/21/2/Pantas-Saja-Murah-Buah-Impor-tidak-Dikenai-Bea-Masuk-

2.Perkembangan pesat pertanian China bermula setelah dasar pembaharuan  dilaksanakan di pedesaan pada tahun 1978.

Dalam tempoh lebih 20 tahun ini, pembaharuan di desa China berdasarkan rangka sistem milik kolektif, dengan pasaran sebagai panduan, dengan berani menembusi sekatan sistem tradisional, telah menyelidiki bentuk baru ekonomi kolektif berdasarkan syarat ekonomi pasaran. Pembaharuan telah membawa keuntungan kepada petani, telah membebaskan dan mengembangkan produktiviti pedesaan, telah meggalakkan pertumbuhan pesat pertanian, lebih-lebih penghasilan bahan makanan dan struktur pertanian menjadi lebih baik, sehingga pertanian China telah mencapai kejayaan yang ketara.  Pada masa ini, jumlah bahan makanan, kapas, biji bahan minyak, daun tembakau, daging, telur, hidupan air dan sayur-sayuran menduduki tempat teratas di dunia.Sumber: http://malay.cri.cn/chinaabc/chapter3/chapter30202.htm

3.Adanya Bank Pertanian di China

China, kata Wawan, menerapkan kebijakan untuk mendirikan bank khusus pertanian yang tersebar di desa-desa dengan cabang 24 ribu yang memiliki nasabah sekitar 320 juta. “Kalau ingin mempertahankan swasembada pangan dan masyarakat petani sejahtera,” tegas wawan yang juga menjabat wakil ketua Asosiasi Agrobisnis Cabe Indonesia (AACI).

Lalu, apa penyebab mahalnya harga sayur-mayur dan buah-buahan Indonesia?

4.Lahan pertanian yang sempit

Selain itu, kata Wawan, masalah lahan yang cukup sempit,

5.Infrastruktur untuk menunjang aktifitas pertanian masih belum memadai,

6.Serta kebijakan dukungan modal berupa insentif belum ada.

Sumber: http://ekonomi-indonesia bisnis.infogue.com/indonesia_perlu_bank_khusus_pertanian_seperti_china

7.Karena rantai tata niaga atau distribusi yang terlalu panjang

Pemerintah berencana memutus rantai yang panjang dalam tata niaga buah-buahan di Indonesia. Panjangnya proses tata niaga, terutama dalam bidang transportasi membuat buah lokal kalah bersaing dengan buah impor.i yang panjang

8.Karena di Indonesia tidak ada kontinuitas suplai buah

Mentan menambahkan, permasalahan lain yang membuat buah lokal kalah bersaing dengan buah impor ialah persoalan kontinuitas suplai buah, di mana buah impor mempunyai penanganan pascapanen dan store coverage sehingga bisa menyuplai sepanjang tahun. Padahal dari sisi kualitas, buah lokal jauh di atas buah impor.

Sumber: http://fokusinternasional.blogspot.com/2011/07/mengapa-buah-impor-murah-buah-lokal.html

Tambahan:

9.Karena Indonesia tidak memiliki Bank Pertanian

Lantas, masihkah ada peluang bertani buah-buahan?

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Minggu (11/9) mengatakan, dengan dukungan iklim tropis menjadikan Indonesia mampu menghasilkan buah-buahan “exotic” yang tidak terdapat di kawasan subtropis.

“Pasar masih cukup terbuka besar, kita bahkan belum banyak bisa memenuhi permintaan (pasar buah dunia),” katanya.

Mentan mencontohkan, beberapa buah eksotis Indonesia yang banyak diminati pasar internasional dan memiliki potensi ekspor yang tinggi antara lain manggis, mangga, salak, rambutan dan duku.

Sumber: http://www.investor.co.id/agribusiness/buah-indonesia-mampu-bersaing-dengan-produk-luar/19674

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Alumni Fakultas Ekonomi

Angkatan 08

Universitas “Trisakti”

Jakarta


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: