Oleh: feusakti | November 9, 2011

EKONOMI: Pemerintahan SBY Gagal Mandiri Pangan

 Indonesia Terjebak Impor Pangan

 ITU judul berita Harian Kompas, Senin,24 Agustus 2004. Sebuah berita yang sangat memprihatinkan karena Kabinet Indonesia Bersatu yang katanya diisi orang-orang pintar ternyata masih tak mampu menciptakan kemandirian di bidang pangan.

 

Apa saja yang diimpor? Antara lain gula pasir, cabe merah, daging ayam, bawang merah, telur ayam, daging sapi, beras, kacang tanah, minyak goreng dan lain-lain.Bayangkan, 64 tahun Indonesia merdeka masih belum mandiri di bidang pangan?

Impor garam? Indonesia merupakan negara yang memiliki pantai terpanjang di dunia dan seharusnya bisa menghasilkan garam terbanyak dan terbaik di dunia. Cabe merah? Indonesia ini tanahnya subur kenapa menanam cabe merah saja tidak sanggup? Kalau masyarakat Papua yang tanahnya subur diajari menanam cabe merah tentu Indonesia bisa menjadi eksportir cabe merah.

Begitu pula dengan daging ayam, bawang merah, telur ayam, daging sapi,beras, kacang tanah, minyak goreng sebenarnya bisa diproduksi sendiri secara maksimal asal pemerintah benar-benar mau turun tangan. Selama ini menteri-menteri kita hanya bekerja berdasarkan laporan-laporan dari daerah yang belum tentu kebenarannya.

Dari kacamata ilmu manajemen yang saya kuasai maka saya sampai pada kesimpulan bahwa betapa buruk manajemen pangan di era SBY-Kalla ini. Tidak sesuai dengan iklan-iklan kampanye yang digembor-gemborkan melalui berbagai televisi.

Bayangkan. Kita punya puluhan juta petani. Punya tanah sedemikian luas. Kalau manajemen pangannya bagus tentu Indonesia tidak perlu impor garam dan lain-lain. Pulau Madura sebagai Pulau Garam, kalau dibantu pemerintah tentu akan mampu menghasilkan garam yang berkualitas.

Kekurangan daging ayam? Jutaan transmigrasi tidak punya penghasilan layak. Kalau mereka dimodali untuk beternak ayam, tentu Indonesia akan surplus daging dan telur ayam. Bawang merah? Apa sih sulitnya menanam bawang merah? Kalau Jawa Barat dijadikan konsentrasi produksi bawang merah tentu Indonesia tak perlu impor bawang merah. Kondisi tanah dan iklim Jawa Barat sangat cocok untuk pertanian bawang merah.

Sebenarnya Indonesia mampu mandiri di bidang pangan. Masalahnya adalah adanya oknum-oknum importir yang tidak suka Indonesia mandiri di bidang pangan. Karena, kalau Indonesia bisa mandiri, mereka tidak punya bisnis lagi. Misalnya, kalau mandiri di bidang daging sapi, maka para importir daging sapi akan protes ke menteri-menteri terkait. Bahkan tidak menutup kemungkina, para perusahaan impor itu milik anak-anaknya menteri tertentu.

Jadi, penyebab Indonesia tidak mampu mandiri di bidang pangan ada dua hal. Pertama , memang manajemen pangannya buruk. Kedua, para menteri memang tidak berani berbuat tegas terhadap para importir. Maklum, para importir biasanya punya backing oknum militer.

Kalau sudah begini, kapan Indonesia bisa mandiri di bidang pangan?

Sumber foto: mediaindonesia.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: