Oleh: feusakti | November 11, 2011

MANAJEMEN: Apa Beda Manajemen dan Sistem?

SAYA pernah jadi Konsultan Manajemen atau Staf Ahli Manajemen pada sebuah BUMN di Jakarta. Juga, pernah menjadi Konsultan Sistem dan Prosedur pada sebuah perusahaan swasta.

Banyak orang tidak bisa membedakan dengan cerdas apa bedanya manajemen dan sistem. Bisa saya maklumi sebab mereka tak pernah menjadi konsultan manajemen maupun konsultan sistem dan prosedur.

Manajemen itu apa sih?
Rangkuman berbagai definisi mengatakan bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai sesuatu tujuan melalui orang lain.

Misalnya:
Untuk mencapai kepuasan para Facebooker, maka pimpinan sebuah tim Facebook tentu diberi tugas untuk membuat sebuah perencanaan yang baik, sebuah pelaksanaan yang baik dan sebuah pengawasan yang baik.

Pengalaman
Untuk mengadakan program komputerisasi di salah satu BUMN di Jakarta, maka saya harus membuat perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang baik akan tujuan tercapai melalui orang lain.

Apabila sebuah fungsi manajemen (perencanaan atau pelaksanaan atau pengawasan) berjalan tidak baik, maka itulah yang disebut manajemen yang tidak baik.

Misalnya:
Supaya status Facebooker tidak disalah gunakan oleh Facebooker lainnya, maka seharusnya direncanakan sebaik mungkin agar Facebooker lain tidak seenaknya sendiri “menandai” Facebooker lain.

Apakah sistem itu?
Sistem adalah dua atau dua elem atau subsistem yang saling keterkaitan dan ketergantungan sehingga apabila salah satu subsistem tidak berfungsi, maka subsistem lainnya juga akan terpengaruh dan tidak berfungsi.

Misalnya:
Sebuah mobil terdiri dari beberapa subsistem. Antara lain mesin, roda, BBM, setir, Accu dan lain-lainnya. Apabila salah satu subsistem tidak ada, maka mobil tidak bisa jalan. Misalnya, ketika BBM tidak ada, maka mobil tidak bisa jalan.

Pengalaman
Ketika menerapkan Sistem dan Prosedur Perpajakan MAPATDA di Kotip Prabumulih, ternyata sistem pemberian NPWPD tidak bisa berjalan dengan baik, maka ini mempengaruhi semua subsistem berikutnya.

Logika “sistem” yang salah
Sering orang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau SDM-nya tidak baik,maka hasilnya juga tidak baik”. Mereka mungkin belum mengerti bahwa manusia atau “man” merupakan bagian daripada sistem dan merupakan subsistem.

Logika “sistem” yang benar
Sistem yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik
Sistem yang baik,tidak mungkin menghasilkan hasil yang tidak baik
Sistem yang tidak baik,akan menghasilkan hasil yang tidak baik
Sistem yang tidak baik, tidak mungkin menghasilkan hasil yang baik

Kesimpulan umum
Jadi, apabila ada Facebooker lain bisa “menandai” Facebooker lain, dan tidak terpengaruh fungsi subsistem lainnya (misalnya chatting, menulis status,dll) maka itu bukanlah gangguan sistem, tetapi karena manajemenyang tidak baik, sebab tujuan daripada kepuasan para Facebooker tidak tercapai.

Kesimpulan khusus
Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan tertentu melalui orang lain .
Jadi, kalau Facebooker bisa menandai semua Facebooker, maka itu merupakan hasil manajemen yang tidak baik

Sistem adalah rangkaian subsistem yang saling keterkaitan di mana bila ada satu ada beberapa subsistem tidak berfungsi, maka sistem tidak akan berfungsi.
Jadi, kalau Facebooker bisa menandai semua Facebooker dan tidak mengganggu layanan atau fitur lain, maka itu bukanlah sebuah sistem.

Saran
Kalau Anda menganggap artikel saya ini salah, silahkan Anda membuat artikel juga. Kalau cuma komen-komen saja, murid SD juga bisa.

Hariyanto Imadha
Mantan Konsultan Manajemen / Staf Ahli Manajemen (BUMN)
Mantan Konsultan Sistem dan Prosedur (PT Swasta)


Responses

  1. Terimakasih Artikelnya sangat bermanfaat sekali gan. Mohon kunjungi juga ya…
    https://ayulestari27.wordpress.com/category/Paradox/

  2. terimakasih,saya sekarang telah memahami apa itu sistem dan apa management,saya manager opersional di sebuah perusahaan tp saya cuma di besarkan dari pengalaman kerja bukan dari sarjana,jd pengetahuan saya sangat kurang,terimakasih,salam.

  3. Prinsip-prinsip Manajemen Mutu dapat digunakan sebagai dasar untuk membimbing organisasi dalam meningkatkan performanya.Prinsip-prinsip ini senantiasa dikembangkan dan diperbarui oleh para ahli internasional ISO, yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mempertahankan standar manajemen mutu ISO.

    Tujuh prinsip manajemen mutu adalah:

    QMP 1 – Customer Focus (Fokus kepada Pelanggan)

    QMP 2 – Leadership (Kepemimpinan)

    QMP 3 – Engangement of People (Keterlibatan orang/masyarakat)

    QMP 4 – Process Approach (Pendekatan proses)

    QMP 5 – Improvement (Peningkatan)

    QMP 6 – Evidence base decision making (Pengambilan keputusan berbasis bukti)

    QMP 7 – Relationship Mangement (Manajemen Hubungan)

    Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai 7 prinsip manajemen mutu bagi organisasi Anda, hubungi kami isokonsultindo
    http://www.isokonsultindo.com


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: