Oleh: feusakti | November 26, 2011

MANAJEMEN: Standar Pelayanan Publik yang Profesional

BIROKRASI dalam arti yang sesungguhnya yaitu sistem administrasi yang dilakukan berdasarkan spesialisasi-spesialisasi. Namun yang masih terjadi adalah birokrasi yang berlebihan dan tidak efisien tanpa kejelasan, masyarakat dipingpong, dipungut pungli dan dipersulit. Artikel ini membahas pelayanan publik yang bersifat administratif

Pelayanan yang baik seharusnya memenuhi kriteria “5 at”,yaitu:

1.Cep(at)

2.Tep(at)

3.Akur(at)

4.Hem(at)

5.Memik(at)

1.Cepat

Tidak bertele-tele.Jumlah loket disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang akan dilayani. harus ada kejelasan berapa jam atau berapa hari atau berapa bulan selesainya sebuah pelayanan. Layanan satu atap, tidak perlu diping-pong ke unit-unit lain atau instansi-instansi lain.

Misalnya:

Pemasangan internet Speedy akan terpasang hari itu juga.

2.Tepat

Harus ada informasi tertulis yang lengkap mengenai syarat-syarat dan biaya yang harus diketahui masyarakat. Formulir yang harus diisi sangat singkat dan tidak ada duplikasi-duplikasi dengan apa yang sudah tertulis di fotokopi.

Misalnya:

Syarat berlangganan internet Speedy: A,B, C, D dan seterusnya

Biaya Rp sekian per bulan, pe tiga bulan, per tiga bulan dan seterusnya

3.Akurat

Hasil pelayanan harus akurat. Tidak ada salah ketik. Tidak ada salah tempel foto. Tidak ada kesalahan administratif lainnya.

Misalnya

Pemasangan Speedy dilakukan oleh teknisi yang bebar—benar akurat dengan memakai identitas yang jelas. Membawa peralatan lengkap. Pemasangan modem dab lain-lain tepat. Tahu “how to solve” the problem.

4.Hemat

Biaya layanan terjangkau, terutama masyarakat miskin.

Misalnya

Ada biaya murah, sedang, cukup mahal dan mahal sesuai kriteria kecepatan/speed dan sebagainya

5.Memikat

Sebuah pelayanan juga harus memiliki daya pikat.

Misalnya:

Layanan yang sopan dan ramah. Tersedia tempat duduk sesuai dengan jumlah masyarakat yang akan dilayani. Tersedia toilet yang bersih dengan air yang mencukupi. Tempat parkir cukup luas dan aman. Menganut sistem nomor urut sehingga masyarakat bisa memperkirakan kapan akan dipanggil. Ada after service tanpa biaya tambahan dan lain-lain.

Kesimpulan

Pelayanan yang buruk cermin tidak profesionalnya kualitas manajemen pemimpin dari sebuah unit layanan tersebut sekaligus cermin sebuah kebodohan  SDM-nya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: