Oleh: feusakti | Januari 3, 2012

EKONOMI:Pemerintah Tetap Ngotot Memberlakukan Pembatasan BBM Bersubsidi

AKHIRNYA DPR menyetujui rencana pemerintah untuk memberlakukan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi mulai akhir Maret 2011. Tujuannya, untuk mengurangi beban subsidi. Hal ini patut disesalkan karena menimbulkan banyak dampak negatif.

Beberapa segi negatif akibat kebijakan pembatasan BBM bersubsidi:

1.Pasokan BBM bersubsidi akan berkurang

Karena mobil pribadi tidak boleh membeli BBM bersubsidi, maka konsekuensi logisnya, jumlah pembeli BBM bersubsidi berkurang dan otomatis pasokan BBM bersubsidi akan dikurangi.

2.Bisa menimbulkan pasar gelap

Jika harga BBM bersubsidi lebih murah daripada harga BBM di Malaysia atau Singapura, maka tidak menutut kemungkinan akan menimbulkan pasar gelap ataupun ekspor BBM bersubsidi secara illgal.

3.Objekan bagi para pengemudi angkot

Bisa terjadi, para pengemudi angkot membeli BBM bersubsidi 50 liter @ Rp 4.500/liter dan menjualnya ke mobil pribadi dengan harga @Rp 5.500/liter. Untung Rp 50.000.Pemilik mobil pribadi untung Rp 50.000.Dua kali ambil BBM bersubsidi,sopir angkot untung Rp 100.000/hari atau Rp 3 juta per hari.

4.Suap untuk petugas atau pengawas yang bertugas di SPBU

Bukan tidak mungkin pemilik mobil pribadi tetap membeli BBM bersubsidi dengan cara menyuap petugas SPBU. Sulit mengontrolnya.

5.TNI/Polri kemungkinan tetap membeli BBM bersubsidi

Bagi TNI/Polri yang punya mobil pribadi dan berseragam,bukan tak mungkin tetap membeli BBM bersubsidi. Apakah petugas SPBU berani menolaknya? Tidak ada jaminan petugas SPBU berani menolak.

6.Kelangkaan BBM bersubsidi

Bukan tak mungkin pasokan BBM bersubsidi menjadi langka dan memunculkan banyak pedagang BBM bersubsidi eceran dengan harga lebih mahal.Misalnya sekitar Rp 5.500/liter atau bahkan lebih.

7.Berdampak ke sektor UKM

Hampir semua Usaha Kecil Menengah (UKM) menggunakan mobil plat hitam untuk melaksanakan kegiatan bisnisnya. Ini berarti biaya BBM-nya akan meningkat sekitar 40% dan ini membuat para UKM semakin dibebani high cost economy yang bisa berakibat produknya menjadi mahal tak tak mampu bersaing.

 

Sumber foto: pusat-mobil.net

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: