Oleh: feusakti | Januari 12, 2012

MANAJEMEN : Sistem Itu Apa Siiih…?

SANGAT banyak orang tidak memahami definisi sistem. Bahkan mereka yang bergelar sarjana manajemenpun banyak yang tidak mengerti. Akibatnya, banyak anggapan-anggapan yang salah tentang sistem. Akibatnya, mereka terjebak pada logika yang salah.

Logika sistem yang salah

-Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka sistemnya tidak akan menghasilkan hasil yang  baik.Ini logika yang salah.

-Walaupun sistemnya tidak baik, kalau manusianya baik, maka sistemnya akan menghasilkan hasil hasil yang baik. Ini juga logika yang salah.

Kesalahan itu bisa terjadi karena:

-Yang berpendapat, tidak memahami definisi sistem

-Yang berpendapat, tidak memahami logika sistem

Analoginya

-Ulama yang baik, akan memberikan ceramah yang baik

-Ulama yang baik, tidak mungkin memberikan ceramah yang tidak baik

-Ulama yang tidak baik, akan memberikan ceramah yang tidak baik

-Ulama yang tidak baik, tidak mungkin memberikan ceramah yang baik

Definisi sistem

-Ludwig Von Bartalanfy

Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Anatol Raporot

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

– L. Ackof

Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Bagian-bagian dari definisi sistem

-Beberapa unsur/perangkat/bagian/elemen yang disebut : subsystem

-Saling terkait, saling mempengaruhi

-Merupakan kesatuan

Manusia termasuk subsystem atau bukan?

1.Ada yang berpendapat, manusia bukan subsystem

2.Ada yang berpendapat, manusia merupakan subsystem

ad.1.Ada yang berpendapat,manusia bukan subsystem

Mereka berpendapat bahwa manusia bukan susbsystem. Manusia berada di luar sistem. Manusialah yang melaksanakan sistem. Jadi,menurut logika mereka, walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnya tidak baik.

Kelemahan logika demikian yaitu:

Menempatkan manusia di luar sistem dan menganggap manusia bukan subsystem. Jadi baik buruknya sistem ditentukan baiknya manusia. Kalau begitu, baik buruknya sistem tidak ditentukan oleh sistem itu sendiri.

Contoh

Sistem komputer menjadi tidak baik kalau dipegang oleh orang yang tidak baik

Padahal, yang disebut sistem komputer meliputi kualitas hardware,software dan brainware.Artinya, sebuah sistem komputer yang baik, maka brainwarenya juga harus baik. Jadi, tidak mungkin manusia berada di luar sistem.

Logikanya

Sistem yang baik

Manusianya tidak baik (di luar sistem)

Maka hasilnya tidak baik

Logika yang aneh kalau manusia yang tidak baik mengakibatkan sistemnya tidak baik

Maka sesungguhnya sistem itu tidak bisa dikatakan sebagai sistem yang baik, tetapi sistem yang buruk

Ada yang berpendapat, manusia merupakan subsystem

Mereka berpendapat, manusia merupakan bagian dari sistem. Jadi, sistem yang baik juga harus didukung manusia yang baik juga.

Kebenaran logika demikian yaitu:

Menempatkan manusia di dalam sistem dan menganggap manusia sebagai subsystem. Jadi baik buruknya sistem ditentukan oleh sistem itu sendiri

Contoh 1

Sebuah sistem pemasaran terdiri dari: produk (product), harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion) dan seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut promotor/marketer/salesman.

Logikanya

Sistem yang baik

Manusianya baik (di dalam sistem)

Maka hasilnya baik

Logika yang benar, karena manusia yang baik merupakan bagian dari sistem yang baik, maka itulah yang disebut dengan sistem yang baik dan akan menghasilkan sesuatu hasil yang baik.

Contoh 2

Si A adalah calon anggota DPR dan semula merpakan manusia yang berkepribadian yang baik dan antikorupsi

Tetapi ketika masuk sebagai anggota DPR di mana sistemnya maka Si A yang semula anti korupsi, bisa (tidak harus) terpengaruh melakukan korupsi. Sebab, jika tidak ikut korupsi, Si A akan dimusuhi,dikucilkan bahkan dipecat. Itulah yang dinamakan sistem yang buruk.

Kesimpulan pengertian sistem yang tidak baik dan yang baik

Jadi, untuk menyusun sebuah sistem yang baik, harus melibatkan manusia yang baik juga.Kalau semua elemennya baik, maka itulah yang disebut sistem yang baik. Jadi, yang kita persoalkan adalah definisi sistem yang baik dan definisi sistem yang tidak baik

Singkat kata

-Sistem yang baik,manusianya juga harus baik

Agar sistem yang baik bisa berjalan dengan baik, maka harus dicari manusia yang baik juga

-Contoh

Pesawat tempur F16 merupakan sistem pesawat tempur yang baik

Oleh karena itu F16 harus dikendalikan penerbang yang baik pula

Itulah yang disebut sistem yang baik

-Sistem yang tidak baik,karena manusianya tidak baik

Sebuah sistem dikatakan tidak baik karena manusianya tidak baik

-Contoh

Sebuah birokrasi di pemerintahan yang dikendalikan manusia-manusia yang korup, maka itulah yang disebut sistem yang tidak baik

Kesimpulan logika sistem yang benar

-Sistem yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik

Sistem yang baik: Elemen A baik+B baik+C baik+D baik+Manusia baik.

-Sistem yang baik, tidak mungkin akan menghasilkan hasil yang tidak baik

-Sistem yang tidak baik,akan menghasilkan hasil yang tidak baik

Sistem yang tidak baik: Elemen A baik+B baik+C baik+D baik+Manusia tidak baik

-Sistem yang tidak baik, tidak mungkin menghasilkan hasil yang baik

Yang kita persoalkan

Fokus yang kita persoalkan adalah pengertian kata “sistem yang baik” dan “sistem yang tidak baik”, bukan hasilnya!

Analogi

Anda tahu rantai bukan?

Sistem rantai disebut baik kalau semua mata rantainya baik

Sistem rantai disebut tidak baik kalau ada satu atau beberapa mata rantai yang retak atau patah.

Pertanyaan

Adakah manusia baik tetapi perilakunya tidak baik?

Adakah manusia tidak baik tetapi perilakunya baik?

Catatan:

Untuk memahami artikel ini,Anda harus memahami:

-Ilmu manajemen

-Ilmu bahasa

-Ilmu logika

Kata Tanri Abeng (Pakar Manajemen)

Sistem yang baik yaitu manusia dikendalikan sistem dan bukan sistem dikendalikan manusia.

Kesimpulan khusus-1:

Jadi,pendapat yang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnya juga tidak baik” merupakan kesalahan berlogika.Di dalam ilmu logika, kesalahan berlogika demikian disebut “Unfocus Logic Error”.

Kesimpulan khusus-2:

Jadi,pendapat yang mengatakan “Definisi sistem yang baik ,yaitu, sekumpulan subsistem yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan dan hasil yang baik yang telah ditentukan dan mengkondisikan manusia sedemikian rupa sehingga tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti sistem itu. ”.

Hariyanto Imadha

1.Mantan Staf Ahli Manajemen BUMN

2.Mantan Konsultan Sistem dan Prosedur PT Swasta


Responses

  1. Terimakasih Artikelnya sangat bermanfaat sekali gan. Mohon kunjungi juga ya…
    https://ayulestari27.wordpress.com/category/Paradox/


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: