Oleh: feusakti | Juni 7, 2012

BISNIS : Perlukah Kita Mengurus Hak Cipta?

KALAU saya bertanya:”Perlukah kita mengurus hak cipta? Maka saya yakin 99% orang yang saya tanya secara apriori akan menjawab …Perlu!…”. Padahal, perlu atau tidak harus dipikirkan dulu secara cerdas, apalagi kalau kita mengaku sebagai pebisnis atau wirausahawan atau wiraswastawan.

Apakah hak cipta itu?
Hak cipta adalah hak atas ciptaan kita, meliputi hasil kreasi ,modifikasi, atau inovasi yang kita ciptakan dan belum diciptakan orang lain di negara manapun. Dengan memiliki hak cipta yang terdaftar di kementrian hukum dan HAM, maka kita mempunyai kekuatan hukum untuk menggugat orang lain yang meniru atau menjiplak hasil ciptaan kita. Jadi, hak cipta bersifat melindungan hasil ciptaan kita dan sekaligus merupakan bukti bahwa ciptaan kita telah diakui pemerintah secara hukum.

Apakah kreasi, modifikasi dan inovasi itu?

Kreasi: adalah hasil ciptaan kita untuk menciptakan sesuatu yang lain daripada yang lain

Contoh:

Menciptakan corak batik dengan corak baru yang belum pernah ada

-Modifikasi: adalah menciptakan sesuatu yang sudah ada dengan cara mengubahnya menjadi lain atau ada perbedaan sehingga berbeda dengan aslinya.

Contoh:

Memodifikasi motor dua roda menjadi motor tiga roda

-Inovasi: adalah membuat sesuatu yang baru yang belum begitu dikenal masyarakat

Contoh:

Membuat kanopi/atap motor dengan 10 kelebihan yang belum pernah dimiliki kanopi lain

Jadi, yang perlu diurus hak ciptanya adalah hasil ciptaan yang mengandung “something new” atau sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya.

 Mengenal teknologi inovasi

Ada tiga macam teknologi dalam inovasi:

 -Teknologi rendah (low technology)

Dikatakan teknologi rendah karena cara pembuatannya mudah dan semua orang bisa melakukannya. Tidak perlu keahlian khusus

Contoh:

Membuat kanopi motor

 -Teknologi menengah (middle technology)

Dikatakan teknologi menengah karena harus mengerti perhitungan-perhitungan yang cermat tentang berat benda, berat air, berat udara, kemampuan mesin dan aspek-aspek lain yang cukup memerlukan ketelitian.

Contoh:

Membuat motor ampibi.

-Teknologi tinggi (high technology)

Dikatakan teknologi karena untuk membuat produk/jasa inovasi diperlukan keahlian khusus melalui pendidikan yang relatif cukup lama.

Contoh:
Membuat mesin pesawat terbang.

Apa pertimbangan untuk mengurus hak cipta?

Ada beberapa pertimbangan untuk mengurus hak cipta

-Merupakan produk/jasa yang mengandung “something new”

-Mempunyai potensi pasar yang pasti menguntungkan

-Bermanfaat bagi masyarakat

-Merupakan produk/jasa yang dibutuhkan

Jadi, apabila suatu sebuah inovasi memenuhi keempat syarat itu, maka kita wajib mengurus hak cipta. Jika tidak, maka kita tidak perlu mengurus hak cipta.

Kenapa kita tidak perlu mengurus hak cipta?
Sebab, jika kita mengurus hak cipta untuk produk/jasa yang tidak laku atau kurang laku atau belum laku dimasyarakat, jika kita menggugat pihak lain yang meniru produk/jasa inovasi kita, maka kita akan keluar biaya banyak untuk membayar pengacara dan biaya-biaya lain. Justru, kita akan merugi.

Bagaimana kalau inovasi kita ditiru padahal belum punya hak cipta?
Resikonya, jika produk/jasa kita yang tidak menguntungkan untuk diurus hak ciptanya, maka konsekuensinya kita harus membiarkan orang lain meniru hasil inovasi kita. Dan kita jangan putus asa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang mempunyai potensi keuntungan secara komersil yang cukup besar.

Kesimpulan

Jadi, kita wajib mengurus hak cipta apabila hasil inovasi kita benar-benar punya potensi keuntungan secara komersil yang cukup besar, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Facebooker & Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: