Oleh: feusakti | Juni 26, 2012

MANAJEMEN : Gaji Kecil Tetapi Tidak Punya Utang

ARTIKEL ini bukan hal yang baru. Sudah banyak yang tahu. Oleh karena itu, artikel ini hanya saya tujukan bagi mereka yang belum tahu. Termasuk bagi Anda yang belum tahu. Sebab, kenyataannya, banyak orang yang tidak mampu mengatur keuangannya sehingga harus ngutang kesana-kemari. Bahkan melakukan korupsi,kolusi,nepotisme,suap,sogok,komersialisasi jabatan bahkan ada yang memeras, menipu ,mencuri bahkan merampok. Hanya karena uang.

Gaji kecil tetapi terlilit utang

Sebenarnya sih, kalau soal utang, bukan hanya monopoli orang yang gajinya kecil. Orang yang gajinya besar juga bias terlilit utang. Namun, karena kebanyakan orang yang gajinya kecil yang terlilit utang, maka inilah yang penulis jadikan tema artikel ini.

A.Kenapa terlilit utang?
Secara umum orang yang gajinya kecil terlilit utang karena:

1.Pengeluaran keuangannya tidak dianggarkan. Berapa butuhnya hari ini, dibelanjakan.

Misalnya: Hari ini sepatu rusak, lantas beli sepatu.

2.Pola pengeluarannya tidak disesuaikan dengan kecilnya gaji yang diterima.

Misalnya: Membeli sabun mandi yang harganya mahal

3.Pola konsumsi yang tidak seharusnya

Misalnya: Suka merokok, minuman keras, beli koran,punya ponsel.

4.Tidak ada usaha menabung walaupun dalam jumlah sedikit

Misalnya: Berapapun gajinya, selalu habis.

5.Tidak berusaha mencari penghasilan tambahan

Misalnya:Tidak mau mencari tambahan penghasilan, kecuali berutang.

6.Tidak berpikir ke depan

Misalnya: Menganggap tidak perlu memikirkan masa depan.

B.Kenapa tidak terlilit utang?

1.Pengeluaran keuangannya dianggarkan. Hanya belanja untuk hal-hal yang sangat penting yang tidak bisa dihindarkan.

Misalnya: Membeli obat luka botol kecil.

2.Pola pengeluarannya  disesuaikan dengan kecilnya gaji yang diterima.

Misalnya:Membeli barang yang lebih murah tetapi fungsinya sama.

3.Pola konsumsi yang sederhana

Misalnya: Lauk pauk cukup tahu,tempe,kangkung dan semacamnya.

4.Ada usaha menabung walaupun dalam jumlah sedikit

Misalnya: Menabung Rp 5.000 per hari.

5.Berusaha mencari penghasilan tambahan

Misalnya: Berjualan ubi goreng atau goreng-gorengan

6.Berpikir ke depan.

Misalnya:Kuliah di universitas terbuka yang biayanya relatif murah.

C.Pos-pos anggaran terpenting

Berapapun penghasilan seseoang, harus membuat angaran ang rasional

1.Pangan

2.Kos/sewa/kontrak rumah

3.Listrik,air,transportasi

4.Tabungan/biaya tak terduga/biaya masa depan

5.Lain-lain : sabun,pulsa dan lain-lain.

Jumlah nomor 1 hingga nomor 5 harus 100%

Berapa % tiap pos? Tentu, tia orang angka %-nya berbeda karena kebutuhannya juga berbeda.

Sedangkan penghasilan tambahan di luar pos tersebut.

Jadi, kata kuncinya adalah:

1.Pandai membuat anggaran

2.Melakukan penghematan

3.Menabung/biaya tak terduga/biaya masa depan

4.Mencari penghasilan tambahan yang halal

5.Memikirkan masa depan.

Keterangan

1.Artikel ini adalah artikel manajemen. Bukan artikel agama.

2.Dari sudut agama tentu lain lagi sarannya. Antara lain: selalu bersyukur, rajin beribadah, istigfar  dan lain-lain.

 

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Mantan Konsultan Manajemen

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: