Oleh: feusakti | Agustus 23, 2012

MANAJEMEN: Mengantisipasi dan Mencegah Terjadinya Kebakaran

KHUSUS di Jakarta, hampir tiap hari terjadi kebakaran yang mengakibatkan terjadinya kerugian harta maupun nyawa. Penyebabnya biasanya sudah diketahui, yaitu sebagian besar karena arus pendek listrik. Penyebab lainnya karena kompor meledak atau lupa dimatikan, karena lilin dan sebab-sebab lainnya. Pertanyaannya, kalau penyeban-penyebabnya sudah diketahui, kenapa tidak ada manajemen antisipasi dan pencegahan terjadinya kebakaran. Kawabannya, karena tidak ada inisiatif dari pihak pengurus RT/RW.

Contoh sederhana manajemen antisipasi dan pencegahan terjadinya kebakaran

Ada beberapa hal yang harus dilakukan

Pihak pengurus RT/RW membentuk Tim Antisipasi dan Pencegahan Terjadinya Kebakaran (TAPTK) yang memiliki ketrampilan sesuai dengan tugasnya.

Terdiri sekitar lima orang.

Tugas TAPTK:

a.Memeriksa kondisi perlistrikan tiap rumah, apakah sudah memenuhi persyaratan keamanan atau belum. Jika belum harus dicatat dan disarankan agar segera dilengkapi alat pengaman listrik. Tiap bulan harus dipantau.

b.Memerika kondisi kompor di dapur. Berdekatan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar atau tidak. Jika dekat dengan bahan-bahan yang mudah terbakar harus diusahakan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Jika kompor gas, maka harus dicek kondisinya apakah cukup aman atau tidak.

c.Memberi saran ke penghuni rumah agar meletakkan barang-barang yang berharga (TV. kulkas,komputer, HP, laptop dan lain-lain di tempat dekat pintu keluar

d.Menganjurkan penghuni rumah agar menyimpan surat-surat berharga (sertifikat tanah, ijasah ,surat nikah dan surat-surat penting lainnya di safety box di bank atau menyimpan di dalam peti dan ditanam didalam tanah depan rumah sedalam 1 meter.

e.Menyarankan memiliki gentong besar atau tempat penyimpanan air yang selalu terisi penuh air dan terletak di depan rumah. Tentu, harus bebas dari jentik-jentik nyamuk atau menyarankan bak mandi harus selalu dalam kondisi penuh.

f.Menyarankan agar jika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, agar mematikan semua lampu dan lain-lain termasuk mematikannya dari meteran listrik dengan cara meng-off-kan

g.TAPTK segera merobohkan rumah terdekat dari rumah yang terbakar dengan terlebih dulu menyelamatkan barang-barang yang berharga.

h.Tiap rumah diwajibkan memasang kentongan bambu di depan rumah (bisa dibuat oleh TAPTK secara massal dan dibagikan ke semua kepala keluarga rumah.

h.Diusahakan TAPPTK memiliki alat pemadam kebakaran sistem semprot portable.

i.Mengusahakan jalan yang mudah dilalui mobil pemadam kebakaran

j.Harus ada sumber air yang cukup bagi kepentingan mobil pemadam kebakaran

Gagasan tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Masalahnya adalah belum ada atau tidak ada kecerdasan lokal berupa inisiatif dari pihak pengurus RT/RW.

Catatan:
Gagasan ini tentu hanya layak untuk permukiman padat penduduk dan tidak untuk komplek real estate ataupun apartemen dan rumah-rumah mewah.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Mantan Konsultan Manajemen


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori