Oleh: feusakti | Mei 1, 2013

EKONOMI: Apa Sih Beda Subsidi Komoditas dan Subsidi Personal?

Gambar

SEORANG Facebooker bertanya di Inbox saya :”Apa sih beda subsidi komoditas dan subsidi personal? Memangnya subsidi BBM itu salah? Kalau subsidi BBM dicabut 100%, harga-harga jadi mahal, dong. Angka kemiskinan juga akan bertambah. Angka inflasi juga akan meningkat…dan seterusnya. Apa yang ditulis Facebooker tersebut ada benarnya tetapi juga ada tidak benarnya. Memang, bagi sebagian orang, sulit membedakan pengertian subsidi komoditas dan subsidi personal.

Apakah arti subsidi itu?

Secara umum, subsidi adalah kebijakan pemerintah berupa bantuan berupa keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena dianggap golongan yang kurang mampu, tidak mampu atau sangat tidak mampu atau kebijakan pemerintah berupa bantuan berupa keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkan agar harga barang atau jasa hingga mencapai tahap terjangkau oleh kemampuan masyarakat sesuai dengan daya belinya.

Apakah subsidi komoditas itu?

Subsidi komoditas yaitu subsidi yang diberikan kepada barang/jasa supaya harga bisa terjangkau sesuai dengan daya beli masyarakat.

Contoh:

Subsidi BBM supaya harganya terjangkau masyarakat sesuai dengan daya beli.

 Apakah subsidi personal itu?

Subsidi personal yaitu subsidi yang diberikan ke pribadi-pribadi karena dianggap kurang mampu,tidak mampu dan sangat tidak mampu sehingga bisa membeli barang/jasa sesuai dengan kondisi masing-masing.

Contoh:

Subsidi rusun yang dinikmati langsung oleh pembeli rusun.

Apa beda yang mencolok antara subsidi komoditas dan subsidi personal.

1.Subsidi komoditas, tidak langsung dinikmati masyarakat.

Skema: Subsidi – komoditas — masyarakat

2.Subsidi personal , langsung dinikmati masyarakat.

Skema: Subsidi – masyarakat.

Kenapa subsidi BBM termasuk logika ekonomi yang salah.

Pertama, subsidi itu diberikan atas nama komoditas, yaitu BBM. Tidak langsung dinikmati masyarakat. Setelah harga terjangkau, maka masyarakat bisa menikmatinya.

Apakah semua subsidi komoditas itu salah?

Tergantung tujuan dan hasil akhirnya. Kalau hasilnya buruk seperti subsidi BBM, tentu subsidi komoditas juga buruk. Tetapi kalau hasil akhirnya baik, maka subsidi komoditas juga baik.

Contoh:

Subsidi untuk transportasi umum (bus TransJakarta,busway). Tujuannya baik, untuk semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang mampu yang memiliki mobil atau motor agar mau beralih menggunakan transportasi umum. Hasil akhirnya baik, kemacetan lalu lintas bisa berkurang.

Apa yang dimasalahkan subsidi BBM?

Hasil survei menunjukkan bahwa, penikmat subsidi BBM adalah pemilik mobil pribadi yang tergolong masyarakat mampu sehingga timbul “gap” antara golongan masyarakat yang mampu dan yang tidak mampu.

Kenapa subsidi BBM selalu bermasalah?

1.Karena jumlah kendaraan terus bertambah yang berarti kebutuhan BBM juga bertambah. karena BBM impor, berarti pula subsidi juga bertambah. Akibatnya adalah, beban APBN juga selalu bertambah. Apalagi kalau harga BBM internasional juga naik.

2.Menurut keputusan MK, harga BBM bersubsidi tidak boleh mengikuti mekanisme harga pasar, harga keekonomian atau mengikuti harga internasional karena dianggap tidak sesuai dengan daya beli masyarakat pada umumnya.

Apakah berarti harga BBM bersubsidi tidak boleh dinaikkan?

Tidak ada larangan untuk menaikkan harga BBM, sejauh tidak sesuai dengan harga internasional.

Lantas, bagaimana solusi untuk mengatasi persoalan BBM bersubsidi?

1.Naikkan harga BBM bersubsidi secara bertahap. Misalnya naik Rp 500/liter tiap tiga bulan sambil memantau efeknya terhadap inflasi dan daya beli. Sampai ke harga yang mendekati harga internasional, misalnya 75% dari harga internasional dan ini sebetulnya tidak melanggar keputusan MK.

Contoh:

Kalau misalnya harga BBM internasional sekarang Rp 10.000/liter, maka harga BBM bersubsidi perlu dinaikkan hingga Rp 7.500/liter atau sesuai harga BBM internasional saat itu.

Kenapa masih ada subsidi BBM sebesar 25%

Semata-mata supaya harga BBM bersubsidi tidak sama dengan harga BBM internasional, karena kalau sama, berarti melanggar keputusan MK.

Jika subsidi BBM dicabut bertahap hingga 75%, untuk apa dananya?
Tiap kali BBM naik, maka dananya untuk masyarakat miskin berupa sembako murah, kesehatan dan pendidikan gratis serta untuk pembangunan infrastruktur berbasiskan padat karya yang berarti menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat tidak mampu. Kompensasi ini berlangsung sepanjang tahun dan memang harus dianggarkan di APBN hingga angka kemiskinan benar-benar berkurang secara signifikan.

Lantas bagimana dengan mobil pribadi yang masih menikmati subsidi yang 25% itu?

Pemerintah harus mempunyai keberanian untuk menaikkan pajak mobil pribadi sekitar 75% dengan tujuan untuk mengendalikan pemakaian BBM mobil pribadi dan mudah-mudahan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas.

Perlukan energi alternatif?

Tentu perlu dikembangkan energi alternatif. Perlu juga kendaraan-lendaraan berbasiskan tidak hanya BBM, tetapi bisa menggunakan tenaga gas, sinar matahari, tenaga listrik dan temuan-temuan lainnya.

Apa yang terjadi  jika subsidi BBM dikurangi hingga 75% secara bertahap?

Tentu, subsidi yang semula merupakan 100% subsidi komoditas akan berubah menjadi 75% subsidi personal yang menjamin kehidupan masyarakat tidak mampu, kurang mampu dan sangat tidak mampu.

Bagaimana jika harga-harga menjadi mahal dan tidak memiliki daya bersaing?

Tadi telah penulis katakan, subsidi BBM dicabut secara bertahap sambil melihat tingkat inflasi dan daya beli masyarakat. Dan agar harga-harga tidak mahal tentu pemerintah punya banyak alternatif kebijakan. Misalnya, menurunkan pajak-pajak perusahaan dengan syarat perusahaan bersedia menurunkan harga barang/jasa yang dijual di pasaran.

Tidak perlu paranoid

Jadi, kalau ada pengurangan subsidi BBM dengan cara menaikkan harga BBM, sebaiknya tidak perlu ditanggapi secara paranoid, asal kenaikkan harga itu memperhatikan tingkan inflasi, daya beli dan ada dana kompensisi secarakontinyu dan permanen terhadap masyarakat tidak mampu serta adanya pembangunan infrastruktur berbasiskan sistem padat karya.

Kesimpulan

Jelas, subsidi BBM yang terlalu besar akan selalu bermasalah sampai kapanpun sebab subsidi BBM merupakan subsidi komoditas. Oleh karena itu subsidi BBM harus dikurangi secara bertahap sambil melihat perkembangan angka inflasi dan daya beli masyarakat serta pentingnya menjaga harga-harga yang kompetitif, terutama barang-barang yang diekspor. Oleh karena itu subsidi komoditas secara bertahap harus digantikan subsidi personal, yaitu subsidi untuk masyarakat tidak mampu, kurang mampu dan sangat tidak mampu.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku ekonomi

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: