Oleh: feusakti | Juni 7, 2013

EKONOMI: Walaupun Ada BLSM Subsidi BBM Tetap Salah Sasaran

FACEBOOK-EkonomiWalaupunAdaBLSMSubsidiBBMTetapSalahSasaran

PEMERINTAH seringkali mengatakan, subsidi BBM tidak tepat sasaran atau salah sasaran dan bisa membuat APBN jebol. Oleh karena itu, subsidi BBM perlu dikurangi sehingga tepat sasaran dan APBN tidak jebol dan untuk itu perlu ada dana kompensasi bagi masyarakat miskin berupa BLSM. Kalau mengurangi subsidi BBM bisa mengurangi pengeluaran APBN untuk subsidi BBM, memang ada benarnya. Tetapi kalau kemudian dikatakan pemberian BLSM menjadikan subsidi BBM menjadi tepat sasaran, tentu menyalahi ilmu logika.

Perbandingan 30%:70%

Coba kita pikirkan baik-baik. Dikatakan salah sasaran karena hanya 30% dinikmati masyarakat kurang mampu (pemilik motor) dan 70% dinikmati masyarakat mampu (pemilik mobil). Perbandingannya 30%:70%. Dengan dinaikkannya harga BBM bersubsidi dan diberikannya BLSM, tentu saja tetap merupakan subsidi tidak tepat sasaran. Sebab, dana kompensasi berupa BLSM adalah merupakan “efek harga”. Tepatnya, kenaikkan harga BBM bersubsidi akan menyebabkan kenaikkan harga-harga kebutuhan hidup yang membebani masyarakat kurang /tidak mampu. Apakah kemudian angka 30%:70% akan berubah menjadi 50%:50% ? Tidak.

Tetap salah sasaran

Walaupun ada kenaikan harga BBM bersubsidi dan ada BLSM , perbandingan subsidi tetap 30%:70%. Artinya, “efek subsidi”-nya tidak berubah. Itu berarti, subsidi tetap saja salah sasaran sebab walaupun subsidi dikurangi berapapun, selama tetap ada subsidi, maka perbandingannya tetap 30%:70%. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan, walaupun subsidi BBM dikurangi seribu kali, selama masih ada subsidi, perbandingannya tetap saja 30%:70%.  Artinya, subsidi tetap salah sasaran.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku pemikiran

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: