Oleh: feusakti | Desember 4, 2013

MANAJEMEN : Indonesia Perlu Memiliki SuperCard

FACEBOOK-ManajemenIndonesiaPerluMemilikiSuperCard

KATAKANLAH, jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang. Sejak lahir hingga meninggal, tak pernah lepas dari nomor atau angka. Mulai dari nomor KTP, nomor KK, NPWP, NPWPD, nomor kendaraan, NIP untuk pegawai negeri dan berbagai nomor lainnya yang jumlahnya luar biasa banyak. Sulit dihafalkan. Bahkan, NIK atau Nomor Induk Kependudukan yang diharapkan sebagai “single identity” dan tidak mungkin ada yang memiliki KTP ganda, ternyata tak terbukti. Dengan adanya DPT pemilu, semakin kelihatan betapa kacaunya sistem NIK. Bahkan nasabah bank yang berpindah kotapun NIK-nya berubah, walaupun yang berubah cuma kode wilayahnya. Namun akibatnya, harus berkali-kali melakukan update data di beberapa bank di mana pemegang KTP tersebut menjadi nasabahnya. Jelas, NIK seperti itu tidak baik jika dilihat dari sudut ilmu manajemen.

Ada baiknya Indonesia memiliki “supercard” yang bersifat “multi purposes” yang dilengkapi dengan nomor urut kependudukan (NUK)  yang dimiliki tiap warganegara yang tidak mungkin sama dengan  NUK milik warganegara Indonesia lainnya. Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 10 milyar (hanya untuk dijadikan basis pembuatan NUK), maka NUK dimulai dari angka 00.000.000.000.001 hingga

10.000.000.000.000. Terdiri 14 digit.  Contoh Si A mempunyai NUK: 00.000.125.771.467. Tentu, pemerintah harus memiliki Pusat Bank Data yang berisi  Bank Data Kependudukan, Bank Foto Kependudukan dan Bank Sidik Jari Kependudukan. Supercard yang didukung microchip berkapasitas besar, memuat semua hal yang dimiliki pemiliknya. Mulai dari nama, alamat, biodata, golongan darah, pendidikan, pekerjaan, nama ayah kandung, nama ibu kandung, nama suami/isteri, nama anak-anak kandung, nomor mobil, nomor motor, NPWP, NPWPD, NIP, alamat rumah yang dimiliki, nama bank dan apa saja yang dimiliki. Kemudian buatlah undang-undang yang mewajibkan semua jenis surat apapun yang dibuat mulai dari tingkat RT/RW hingga ke tingkat paling atas harus dilengkapi dengan NUK tersebut.

Manfaatnya sangat banyak. Antara lain mudah mengetahui jumlah tagihan pajak, mudah mengetahui alamat baru wajib pajak, mudah mengetahui berapa jumlah penduduk Indonesia yang sesungguhnya, mudah mengetahui berapa jumlah mobil, motor, tanah, rumah yang dimiliki pemegang supercard. Juga mudah mengetahui tingkatan ekonominya, apakah golongan masyarakat miskin, sedang ataukan masyarakat mampu. Sangat memudahkan penyusunan DPT pemilu, memudahkan perijinan, memudahkan urusan dengan rumah sakit /perbankan / lembaga pendidikan dan lain-lain. Dengan adanya supercard, tak perlu lagi mengurus sesuatu harus membawa fotokopi berkas-berkas apapun juga karena semuanya sudah tercatat di microchip supercard. Dan, masih sangat banyak manfaat lainnya. Tidak perlu membuat kartu baru. Cukup memodifikasi E-KTP menjadi supercard dan mengganti NIK dengan NUK dan mengganti michrochip dengan kapasitas yang lebih besar. Perlunya Pusat Bank Data Kependudukan yang dilengkapi Bank Foto Kependudukan dan Bank Sidik Jari Kependudukan. Teknologi sudah maju dan jumlah pakar TI (teknologi informasi) di Indonesia cukup banyak. Tidak sulit untuk membuat supercard tersebut. Cuma, butuh biaya relatif  besar dan waktu relatif lama. Tapi, manfaatnya sangat besar di kemudian hari.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Kategori