Oleh: feusakti | Januari 4, 2014

MANAJEMEN: Manajemen Arisan Yang Salah dan Yang Benar

FACEBOOK-ManajemenManajemenArisanYangSalahDanYangBenar

ARISAN, biasanya diadakan di RT/RW, sekolah, kantor, ikatan alumni dan komunitas-komunitas lainnya. Tujuannya baik, yaitu pada umumnya untuk menjaga tali silaturahim sesama anggota arisan. Bisa sering bertemu, membahas sesuatu, mengadakan kegiatan sosial, saling membantu dan saling menolong. Jika merupakan komunitas yang heterogen, biasanya bertujuan agari tiap anggota bisa saling mengenal. Namun seringkali arisan justru menimbulkan masalah baru.

Ada dua macam arisan

Yaitu:

1.Arisan yang manajemennya salah

2.Arisan yang manajemennya benar

Ad.1.Arisan yang salah

Yaitu arisan yang sering merugikan karena menggunakan sistem pembayaran total atau totalitas.

Contoh:

Misalnya ada 10 peserta

Tiap peserta membayar Rp 100.000/bulan

Periode per tahun atau 12 bulan

Hasil penarikan Rp 100.000 x 10= Rp 1.000.000

Pada penarikan pertama Si A yang dapat yaitu Rp 1.000.000

Apa yang terjadi? Bulan kedua dan seterusnya Si A tidak pernah datang dan tidak pernah membayar iuran bulanan. Walaupun berkali-kali ditagih, tetap tidak mau membayar.

Tentu, ada pihak yang dirugikan.

Catatan:

1.Meskipun demikian, sistem ini cocok untuk arisan RT/RW karena jika ada tunggakan, relatif lebih mudah menagihnya karena rumahnya saling berdekatan.

2.Tempat arisan sebaiknya di rumah peserta secara bergantian atau berdasarkan kesepakatan  dengan catatan biaya konsumsi ditanggung pemilik rumah (yang ketempatan).

Ad.2.Arisan yang benar

Arisan yang tidak merugikan semua peserta karena menggunakan sistem tabungan.

Contoh:

Misalnya ada 10 peserta

Tiap peserta membayar Rp 100.000/bulan

Periode per tahun atau 12 bulan

Hasil penarikan sesuai dengan jumlah masing-masing setoran tiap peserta

Pada penarikan bulan pertama Si A yang dapat.

Karena besarnya setoran Si A Rp 100.000, maka Si A dapat Rp 100.000

Bulan kedua dan seterusnya Si A tetap menabung Rp 100.000 per bulan.

Jika  bulan keenam Si A dapat lagi dengan jumlah setoran Rp 500.000

Maka Si A dapat Ro 500.000 sesuai setoran.

Bulan ke 12 arisan bisa dinyatakan selesai dan jumlah uang yang ada dibagikan ke semua peserta sesuai dengan jumlah masing-masing setoran.

Tidak ada pihak yang dirugikan.

Catatan:

1.Sistem ini lebih tepat untuk komunitas yang para pesertanya rumahnya saling berjauhan. Tidak ada sistem menunggak sehingga tidak perlau harus ada tagihan tunggakan.

2.Tempat pertemuan sebaiknya tetap (permanen). Misalnya di Balai RT/RW atau tempat pertemuan tertentu. Biaya konsumsi ditentukan, misalnya Rp 15.000/bulan.

Nah, sebelum Anda mengadakan arisan, sebaiknya pilih dulu sistem yang akan dipakai, apakah sistem totalitas ataukah sistem tabungan.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Kategori