Oleh: feusakti | Februari 23, 2014

MANAJEMEN: Konsep Sterilisasi Lajur Busway Yang Efektif Dan Efisien

LAJUR busway terasa nyaman apabila tidak diserobot kendaraan-kendaraan non-bus TransJakarta. Masalahnya adalah, selama ini lajur tersebut sangat mudah diterobos karena rendahnya separator busway, pintu portal yang bisa diserobot motor dengan cara melewati bawahnya dan tidak adanya petugas tilang. Selama ini usaha mensterilisasikan lajur tersebut dengan cara penegakan hukum yaitu deda tilang. Namun cara ini tidak bisa efektif secara menyeluruh di DKI Jakarta engingat terlalu banyaknya kendaraan dan sangat terbatasnya petugas tilang.

Ada tiga cara yang sangat mudah, praktis, efektif dan efisien tanpa perlu banyak melihatkan faktor manusia.

Antara lain:

1.Menggunakan polisi tidur super tinggi

2.Menggunakan pintu portal berumbai

3.Meninggikan separator

Ad.1.Menggunakan polisi tidur super tinggi

PolisiTidurBuswayTinggi

Polisi tidur super tinggi ini hanya bisa dilewati bus TransJakarta yang memiliki lantai tinggi. Bus tidak perlu menaiki polisi tidur tersebut karena roda kanan-kirinya bisa melewati sebelah kanan-kiri separator tersebut. Polisi tidur ini dipasang di tiap “lajur masuk” ke busway. (Sumber foto: Google).

Ad.2.Menggunakan pintu portal berumbai

PortalBerumbayBuswayOke

Dengan dipasang pintu  portal berumbai ini, maka motor tidak bisa melewati bagian bawahnya walaupun dengan cara memringkan motor. Dipasang di dekat halte busway dan dibuka ditutup oleh petugas atau secara elektronik di mana pengemudi busway bisa membuka pintu portal tersebut dengan cara menekan tombol yang ada di pintu luar halte. (Suber foto: http://www.yapthiamhien.org).

Ad.3.Meninggikan separator

SeparatorTinggi

Peninggian separator sudah pernah saya usulkan dan sebagian sudah direalisasikan di berbagai tempat. Ada baiknya peninggian separator diteruskan di jalan-jalan yang tingkat kemacetannya tergolong parah. Catatan: Foto sudah saya rekayasa.(Sumber foto: http://news.liputan6.com/read/454489/peninggian-separator-busway-untuk-cegah-penyerobotan).

Kesimpulan

1.Ketiga faktor penunjang tersebut harus disediakanlengkap ketiga-tiganya,

2.Petugas tilang hany diperlukan di lokas-lokasi tertentu yang tidak didukung tiga fasilitas tersebut di atas.

Semoga mendapatkan perhatian dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Kategori